0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jessica Sakit, Hakim Tunda Sidang Pekan Depan

merdeka.com
Jessica Kumala Wongso (merdeka.com)

Timlo.net — Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menunda sidang terdakwa Jessica Kumala Wongso. Hal itu dikarenakan Jessica mengaku sedang tidak enak badan. Sakitnya Jessica ini dinyatakan oleh Kuasa Hukum Otto Hasibuan. Pernyataan Otto tepat saat Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi kedua yakni Ahli Toksikologi Forensik I Made Agus Gelgel Wirasuta.

“Ijin yang mulia, saya lihat terdakwa kurang sehat,” kata Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/8).

“Iya yang mulia, saya sedikit enggak enak badan. Dari tadi pagi saya batuk kumat, sakit tenggorokan juga yang mulia,” sambung Jessica.

“Iya saya tanya katanya dia kurang sehat,” tambah Otto.

Namun belum sempat Hakim menjawab, Jaksa Penuntut Umum Ardito menyatakan keberatan jika sidang ditunda. Hal itu disebabkan karena ahli yang didatangkan penting.

“Ijin yang mulia, untuk kali ini kami keberatan, karena ahli ini penting dan ditunggu dari tadi, didatangkan jauh dari Bali untuk hari ini. Lagi pula ahli hanya menjelaskan keterangan. Kami menyatakan keberatan yang mulia,” ujar Ardito.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Hakim Kisworo pun sempat menawarkan jika sidang tetap berjalan, namun hanya keterangan-keterangan yang dianggap penting saja yang diungkapkan.

“Kita samakan pada JPU dan penasehat, apabila setuju bahwa untuk pemeriksaan ahli ini, agar supaya fokus pemeriksaan pokok, sehingga tak memerlukan waktu lama. Karena saksi didatangkan dari jauh sehingga harapan penasihat hukum dan terdakwa bisa menyetujui 1 jam saja keterangan,” ujarnya Kisworo.

“Karena mengingat jadwal yang sudah kita rencanakan agar bulan ini pengajuan saksi atau ahli dari jaksa bisa selesai, di samping itu mengajukan ahli toksikologi lain, sikapnya melengkapi,” tambahnya.

Mendengar pernyataan Hakim, kali ini giliran Otto yang menyatakan keberatannya. Menurut Otto, Jessica sakit dan tak bisa dipaksakan.

“Yang mulia, sulit juga. Bagaimana pun kita kan hanya bisa memprediksi, kalau dibatasi 1 jam susah juga,” tuturnya.

Dalam hal ini, Otto menyarankan agar sidang dipindah pada Jumat (19/8) atau hari lain.

“Ijin yang mulia, kalau dipindah jadi besok atau hari lain mungkin Anda enggak keberatan yang mulia. Kita tidak bisa memaksakan kalau dia (Jessica) enggak kuat yang mulia.

“Jadi kita tunda besok pagi ya,” singkat Hakim Kisworo.

“Mohon maaf yang mulia, kami dijadwalkan hari ini memberikan kesaksian, besok kami ada janji dengan BPOM dan obat makanan masalah distribusi obat di Indonesia. Kami jadwalkan pukul 09.00 WIB di Jakarta. Jadi susah mengatur waktu,” sambut JPU Ardito.

Tak hanya JPU, nyatanya Jessica pun tak bisa jika diagendakan sidang pada Jumat besok. Sebab, butuh waktu untuk meminjam Jessica dari ruang tahanan.

“Kami kesulitan untuk terdakwa besok pagi, hari Jumat tidak kita jadwalkan. Saya yakin enggak bisa keluar dia, Pak. Pengeluaran terdakwa butuh 3 hari,” ujar Kuasa Hukum Otto.

Hakim pun akhirnya mengagendakan Kamis depan, yakni pada 25 Agustus. Sang Ahli Toksikologi Gelgel pun mengiyakan, sebab hari Kamis dirinya tak ada jadwal.

Mendengar hal tersebut, JPU Ardito menuturkan bahwa jika kesaksian ditunda, maka batas waktu jadwal harus diundur.

“Ijin yang mulia, kami dijadwal Agustus ahli selesai. Jadi kalau seandainya batas waktu masih dibatasi bulan Agustus, sementara bulan depan ada beberapa kami sediakan meski belum fix, ada banyak yang kita panggil. Mohon ijin kalau waktu Kamis depan, kami minta saksi sampai September. Kami harus menentukan,” paparnya.

Setelah melakukan diskusi, Hakim pun memutuskan kesaksian dari JPU diagendakan pada 25 Agustus, 29 Agustus, 31 Agustus dan 1 September.

“Jadi ini kan JPU masih 3 kali saksi, kalau mau lanjut lagi. Tapi kalau ditunda, ditambah tanggal 1 September bisa. Kami juga sebagai catatan mungkin nanti runut tuntutan 1 minggu, pembelaan 1 minggu, kita sepakat ya? Apa Jessica sekarang sudah sembuh?” tutur Hakim.

“Baik, yang mulia. Apa perlu dilakukan tes kesehatan terhadap terdakwa?” jawab JPU.

Mendengar hal tersebut, Hakim tak mengiyakan. Menurutnya, kesaksian dari JPU sudah ditetapkan mulai Kamis (25/8) besok.

“Penasehat hukum akan ajukan berapa saksi?” tanya Hakim ke Otto.

“Kami hadirkan 15 saksi, yang mulia,” jawab Otto.

Hakim pun langsung menentukan jadwal untuk kesaksian pihak Jessica, yakni 5 September, 7 September, 14 September, 19 September dan 21 September. Namun bisa saja diberikan tambahan waktu jika memang dibutuhkan.

“Karena putusan majelis diucapkan sepuluh hari sebelum masa tahanan yakni 3 November, sehingga kami harus membacakan paling lambat tanggal 21 Oktober sudah harus putuskan. Sehingga perlu disepakati lah Jaksa dan Penasehat hukum tentang jadwal,” jelas Hakim.

“Saya coba yang mulia,” jawab Otto.

“Jadi mohon maaf kami jadwalkan Kamis depan pagi. Demikian dipersilakan meninggalkan ruangan,” tandas Hakim.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge