0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ajang KLC untuk Promosikan Tenun Lurik

timlo.net/aditya wijaya
Salah satu peserta KLC (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Ribuan warga Klaten tumpah ruah menyaksikan pawai budaya Klaten Lurik Carnival (KLC) 2016, Kamis (18/8). Karnaval berlangsung dari Monumen Juang 45 dan berakhir di depan rumah dinas Bupati Klaten.

“Tahun ini ada peningkatan peserta kontingen dibandingkan tahun lalu. Dari sebelumnya 32 kontingen, sekarang ada 46 kontingen yang berpartisipasi,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Klaten, Joko Wiyono.

Hajatan pawai budaya lurik tahun kedua ini dibuka dengan aksi memanah Bupati Klaten Sri Hartini dengan sasaran sebuah balon. Setelah itu satu per satu kontingen tiba di karpet merah di depan panggung kehormatan untuk unjuk kebolehan selama lima menit.

“KLC ini sebagai ajang mempromosikan tenun lurik karya dari pengrajin yang berada di wilayah Cawas, Bayat, dan Pedan. Sehingga para pengrajin lurik di Klaten dapat lebih dikenal luas,” jelas Joko Wiyono.

Sementara itu, Camat Tulung, Rohmad mengaku, selama dua pekan sudah mempersiapkan diri untuk memeriahkan KLC 2016. Mereka mengusung tema ‘petani berpakain lurik, berwirausaha jagung semakin untung.’

“Kami sudah persiapan setengah bulan lalu. Berburu lurik hingga ke Pedan dan menyusunnya hingga jadi kostum seperti ini. Meski saya sadari masih banyak kekurangan, namun yang penting Kecamatan Tulung sudah dapat berpartisipasi,” ujar Rohmad.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge