0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jessica: Semua Orang Menilai Saya Sebagai Pembunuh

merdeka.com
Terdakwa Jessica Kumala Wongso (merdeka.com)

Timlo.net – Psikiater forensik RSCM, dr Natalia Widiasih, bersaksi di sidang kematian Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Dia menjelaskan detail pemeriksaan harian yang dilakukan saat itu.

Pada 11 Februari 2016, mulai pukul 10.00-14.00 WIB, Jessica menjalani pemeriksaan dan tes kepribadian di RSCM. Jessica diminta merefleksikan diri. Hasil pemeriksaan hari pertama menunjukkan Jessica sangat hati-hati dan tidak percaya pada orang lain.

Psikiater menanyakan apa yang dirasakan Jessica.

“Tidak nyaman karena semua orang menilai saya sebagai pembunuh,” ujar Natalia menirukan jawaban Jessica, Kamis (18/8).

Sore harinya Jessica diminta bebas bercerita, namun dia menolak menceritakan perkara dan kejadian tewasnya Mirna jika tidak didampingi pengacara. Dia hanya menegaskan akan berupaya melakukan pembelaan. Jessica akhirnya bersedia menulis kronologi kejadian setelah diyakinkan oleh pihak pengacara dan ibunya.

Pada 12 Februari 2016 dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan kejiwaan setelah dia dituduh melakukan tindakan pembunuhan. Dari pemeriksaan disimpulkan Jessica sangat tenang dan bisa menghandle situasi dengan cukup baik.

“Tidak Menunjukkan adanya ketakutan kecemasan. Kondisi kejiwaan saat diperiksa kala itu enggak ada gangguan,” jelasnya.

Pemeriksaan dilanjutkan pada 13 Februari 2016 mulai pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB. Pemeriksaan psikologis untuk menilai kondisi intelektual dan kepribadiannya. Termasuk pola pikir dan harapan Jessica. Secara kognitif fungsi berpikir jessica sangat baik. Tidak ada kemungkinan gangguan mental dalam memberi atau mengolah informasi.

Pada pemeriksaan 14 Februari 2016, psikiater meminta dihadirkan ibu Jessica dan Hani untuk menilai kondisi mentalnya. Pihaknya juga meminta kepolisian menayangkan cctv untuk melihat reaksi Jessica saat menonton itu.

“Setelah nonton tayangan, kita tanyakan kenapa diam? Saya bingung mau melakukan apa katanya,” ucap Natalia menirukan Jessica.

Pemeriksaan 15 Februari 2016 memeriksa kesehatan Jessica kaitan pengaruh obat dan dugaan kekerasan. Jessica mengaku tidak memiliki riwayat obat kesehatan. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada 16 Februari 2016.

“Kita lihat betul ada konsistensi data. Apa yang ada dari tampilan dan pikiran Jessica konsisten. Secara statistik Jessica bagus untuk situasi tenang stabil. Untuk yang butuh berpacu waktu. Emosinya terpengaruh,” katanya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge