0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Psikotes, Jessica Tidak Suka Matematika

Terdakwa Jessica Kumala Wongso bersama kuasa hukumnya (merdeka.com)

Timlo.net – Ahli foreksi Natalia Widiasih mengungkap hasil pemeriksaan kejiwaan terdakwa Jessica Kumala Wongso di persidangan kasus kematian Mirna, Kamis (18/8). Pemeriksaan terhadap Jessica tak menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector.

“Kami enggak pakai lie detektor, itu hanya perubahan suhu tubuh. Makanya kami perlu koloteral, ke kantornya dan lain-lain. Kami melihat ada beberapa intensitensi data. Kalau lie detektor kami tidak lakukan kalau pertimbangan kami ada polos positif ada polos negatif, kalau dia tenang, dia bisa lolos lie detektor,” kata Natalia.

Menurut Natalia, selama pemeriksaan Jessica sangat tenang dan tak pernah terlihat emosi kecuali beberapa hal seperti tes psikotes. Dalam tes psikotes tersebut Jessica tak menyukai matematika dan sempat membuat emosinya naik.

“Selama pemeriksaan Jessica sangat tenang menjaga emosi kecuali beberapa hal misal tes psikotes, dia enggak suka matematika dia langsung minta kopi dia bilang ‘ini apa sih?’ terus pas mau diwawancara tim, dia sakit tenggorokan dia minta obat. Tapi setelahnya memang tenang sekali. Lalu luapan emosi terlihat perpanjangan tahanan, dia sedih sekali, dia takut, tertekan. Hanya itu kita lihat sebentar sebentar emosinya,” beber Natalia.

Secara umum hasil pemeriksaan kejiwaan Jessica tidak mempunyai masalah. Namun Jessica memiliki emosi yang tidak stabil ketika menghadapi suatu tekanan.

“Kalau kita observasi memang dia tenang, tapi itu kita tidak bisa menilai. Kita pasti menanyakan apa yang dia rasa, kenapa dia responnya seperti itu. Waktu setelah pemeriksaan, kita menanyakan, dia jawabannya ‘bingung, saya mesti melakukan apa’,” kata dia.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge