0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengintip Keseruan Lomba Panjat Pinang di Aliran Kali Woro Purba

timlo.net/aditya wijaya
Keseruan panjat pinang di aliran kali woro purba (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Masyarakat Dukuh Sarimulyo, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, menggelar lomba panjat pinang untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71, Rabu (17/8). Bedanya, lomba tersebut diselenggarakan di tengah aliran Kali Woro Purba yang melintasi pedukuhan setempat.

“Kami sengaja memilih sungai sebagai lokasi perlombaan untuk mengedukasi masyarakat agar sungai ini menjadi bersih. Karena kami memimpikan sungai ini suatu saat nanti sebagai lokasi wisata sungai,” kata Ketua Pemuda Sarimulyo, Murjoko.

Berbeda dari panjat pinang umumnya, panjat pinang di Kali Woro Purba ini tidak berdiri vertikal. Namun pinang yang digunakan miring 60 derajat dengan ditahan dua bambu lainnya hingga membentuk pola segitiga. Sebagai tantangan, pinang tetap diberikan pelumas alias pelicin.

Akibatnya, ketika peserta lomba tidak dapat menggapai ujung pinang sebagai garis finish, mereka bakal meluncur jatuh ke sungai yang berkedalaman sedada orang dewasa. Sehingga mengundang sorak sorai dan gelak tawa penonton yang berada di bibir sungai.

Selain itu, pada ring di ujung pinang juga bergelantungan puluhan botol kemasan air minum bekas. Tapi jangan salah, jika peserta bisa meraihnya, di dalam botol tersebut ada kertas bertuliskan hadiah perlombaan. Kemudian jika berhasil mencabut bendera merah putih di puncak pinang, peserta juga menerima bonus Rp 100 ribu.

“Selain panjat pinang, tadi juga ada lomba pukul guling dan menangkap bebek. Total hadiahnya Rp 5 juta yang berbentuk barang. Harapannya, masyarakat agar terus menjaga sungai ini. Karena beberapa waktu lalu BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah meresmikan sekolah sungai di desa kami,” imbuh Murjoko.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge