0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Upacara HUT RI, Peserta Perang Kostum

foto: Aditya
(foto: Aditya)

Klaten – Puluhan warga Dukuh Gopaten, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dengan upacara bendera. Uniknya, setiap peserta upacara wajib mengenakan kostum berbagai bentuk dan warna.

“Ide upacara bendera ini berangkat dari usulan warga untuk menampilkan kostum yang kreatif,” kata Kepala Dukuh Gopaten, Budi Wahyono, Rabu (17/8).

Dari pantauan, upacara tersebut diikuti berbagai usia, dari anak-anak hingga lanjut usia. Ada seorang bapak paruh baya yang mengenakan seragam Sekolah Dasar (SD), kostum petani, pemain reog, pemadam kebakaran, tukang bangunan, dokter, hingga tentara.

Menurut Budi, kostum upacara aneka bentuk dan warna itu melambangkan kebhinekaan Indonesia, yakni identitas suku, agama, ras, profesi, kegemaran, dan lain sebagainya.

“Makna filosofisnya, peringatan dan perjuangan kemerdekaan bangsa akan menyatukan apa pun bentuk perbedaan dan kepentingan di dalamnya,” ujar Budi.

foto: Aditya

foto: Aditya

Selain itu, saat berlangsungnya upacara, petugas tak jarang melakukan kesalahan kecil. Pasalnya, mereka tak biasa memimpin jalannya upacara. Meski demikian, kekhidmatan jalannya upacara tetap terjaga ketika pengibaran bendera merah putih dan pembacaan naskah proklamasi.

“Grogi, gemetar terus badan saya. Karena dari sekian banyak warga, saya yang kepilih jadi komandan upacara. Saya berharap peringatan kemerdekaan Indonesia ini benar-benar nyata. Enggak hanya dijajah, tapi ekonomi makmur dan masyarakat sejahtera,” ujar warga setempat, Edi Saputro.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge