0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaku Perusakan Dijerat Pasal 406 KUHP

timlo.net/aditya wijaya
Petugas kepolisian berjaga di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Klaten, Selasa (9/8) malam, selang kejadian pengrusakan dua patung rohan (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Keterangan lebih dari 20 saksi diperiksa penyidik Polres Klaten untuk memutuskan inisial R (21) sebagai pelaku Perusakan dua patung rohani di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Kecamatan Jogonalan pada 9 Agustus 2016 lalu.

“Termasuk orang-orang yang sedang memancing di sungai dekat gereja kita mintai keterangan,” ujar Kapolres Klaten AKBP Faizal, Selasa (16/8) malam.

Diterangkan, saksi yang tengah memancing itu mendengar suara seseorang yang tengah membuang sesuatu di sungai. Ia juga melihat sosok tersebut berpakaian kaos warna abu-abu lengan panjang. Hasilnya, setelah dilakukan penggeledahan di rumah orangtua R, petugas menemukan kaos seperti yang dikenakan pelaku saat hari kejadian.

Selain itu, putra dari karyawan rumah tangga gereja (koster) setempat ini juga bercerita kepada dua temannya bahwa dia yang merusak patung Yesus dan membuang patung Bunda Maria ke sungai.

“Si R sharing kepada temannya laki-laki, katanya gereja sudah tak obrak-abrik yang juga didengar teman saksi perempuan lainnya,” terangnya.

Akibat perbuatannya itu, sambung Kapolres, pelaku dijerat pasal 406 KUHP tentang Perusakan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Namun, dalam pasal 21 KUHP diatur bahwa ancaman di bawah 5 tahun tidak dilakukan penahanan.

“Pelaku tunggal. Mulai besok kita perintahkan untuk wajib lapor setiap hari. Selain itu juga tetap dilakukan pemeriksaan tambahan, apakah betul karena hanya kesal kepada ibunya atau ada motif lain,” sambung dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge