0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gagal Jadi Paskibraka, Gloria Bercita-Cita Jadi Presiden Indonesia

merdeka.com
Menpora Imam Nahrawi dan Gloria Natapradja Hamel (merdeka.com)

Timlo.net — Gloria Natapradja Hamel (16) gagal dikukuhkan Presiden Joko Widodo sebagai tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2016 di Istana Negara. Namun dia tidak mau terpuruk. Masalah ini justru membuatnya semakin semangat.

“Saya bangun hidup saya, saya tidak ingin jatuh dengan hal ini. Peraturan adalah peraturan, saya berlatih (Paskibraka) sudah lebih dari lima bulan. Saya harus menjadi lebih baik lagi, harus sportif. Saya sudah menerima kenyataan, ini adalah awal bukan akhir dari saya,” ucap Gloria di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta Selatan, Selasa (16/8).

Siswi sekolah Islam Dian Didaktika, Cinere, Depok, Jawa Barat, mengaku sempat menangis ketika dikabarkan batal menjadi bagian Paskibraka. Kesedihan dirasakan Gloria lantaran para rekannya bisa melenggang tegak menuju Istana Negara.

“Nangisnya sih sebentar-bentar tapi sering. Saya nangisnya karena teringat teman saya, mereka bisa langkah tegak bareng, dan saya harus enggak ikutan,” ungkapnya.

Gloria merupakan keturunan Indonesia-Prancis. Ibunya, Ira Natapradja, merupakan warga Indonesia. Sedangkan sang ayah, Didier Hamel, asal asli Prancis. Adanya masalah ini akhirnya membuat dia menyadari bahwa pentingnya mempertanyakan masalah kewarganegaraan kepada orang tuanya.

Di luar masalah itu, Gloria justru mempunyai cita-cita lebih tinggi lagi. Sebelum gabung Paskibraka, dia begitu menginginkan menjadi pilot. Namun, setelah gagal karena masalah kewarganegaraan, dia berharap bisa menjadi presiden Indonesia.

“Sebelum ke sini (Paskibraka) saya ingin jadi pilot. Karena saya di sini banyak sekali pelajaran dalam hidup saya, jadinya bisa berubah pikiran, mungkin Presiden Indonesia,” terangnya.

[ang]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge