0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tekan Inflasi, Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,18 Persen

merdeka.com
Presiden Joko Widodo (merdeka.com)

Timlo.net – Sepanjang semester I tahun 2016, pemerintah mengklaim bisa menekan angka inflasi menjadi terendah selama lima tahun terakhir. Angka pertumbuhan ekonomi juga mencapai 5,18 persen.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, laju inflasi Juli 2016 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2015, tercatat sebesar 3,21 persen. Sehingga inflasi kumulatif bulan Januari sampai Juli 2016 sebesar 1,76 persen.

“Inflasi yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan rakyat, relatif terkendali. Realisasi inflasi Juli tahun ini merupakan angka terendah dalam 5 tahun terakhir,” ujarnya dalam pidato Nota Keuangan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8).

Sementara, pada triwulan kedua 2016 ini, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,18 persen, meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2016 yang hanya tumbuh 4,91 persen.

“Pada triwulan kedua 2016, sektor-sektor terbesar seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan triwulan pertama 2016.”

Indikator kesejahteraan sosial Indonesia dalam dua tahun terakhir ini juga terus menunjukkan peningkatan. Data pada Maret tahun 2016 menunjukkan tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,86 persen. Tingkat ketimpangan yang ditunjukkan oleh gini ratio juga berhasil dikurangi menjadi 0,40. Dan tingkat pengangguran berhasil diturunkan menjadi 5,5 persen.

“Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia yang menunjukkan akses masyarakat terhadap sumber ekonomi, pendidikan, dan kesehatan terus mengalami kemajuan hingga mencapai angka 69,55 pada tahun 2015,” jelas Presiden Jokowi.

Presiden juga mengingatkan Indonesia masih akan menghadapi tantangan-tantangan berat ke depan. Belum pulihnya perekonomian global dan beberapa negara mitra dagang utama, yang diiringi masih rendahnya harga komoditas, masih menjadi risiko yang dapat mengganggu kinerja perekonomian nasional.

“Di samping itu, negara-negara maju juga sedang bergulat menghadapi tantangan pemulihan ekonomi. Sehingga masih terdapat ketidakpastian kebijakan keuangan, termasuk sebagian negara menerapkan kebijakan penggelontoran likuiditas.”

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge