0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Arcandra Tahar Kini Tak Punya Kewarganegaraan?

merdeka.com
Arcandra Tahar (merdeka.com)

Timlo.net – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana mengatakan, mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar telah kehilangan kewarganegaraannya setelah mengucap sumpah setia pada Amerika. Kini, mantan Presiden Petroneering, di Texas itu juga sudah tak tercatat sebagai warga di Negeri Paman Sam.

“Arcandra kehilangan kewarganegaraan AS dengan mengucap sumpah sebagai menteri dalam Kabinet Kerja jilid 2,” katanya, Selasa (16/8).

Dalam aturan seperti dikutip dari Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan di Amerika Serikat, pasal 349 (a) ayat 4 secara khusus menyebutkan warganya yang menduduki jabatan tertinggi, semisal duta besar, menteri atau jabatan berpengaruh pada kebijakan, otomatis akan kehilangan kewarganegaraannya.

Namun, jika bekerja dalam posisi bukan pengambil kebijakan semisal staf kedubes dari negara asal atau bekerja di lembaga pemerintahan seperti penasihat atau sepenuhnya administratif, kecil kemungkinan kehilangan kewarganegaraan.

Bila mengacu pada pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, Arcandra secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Indonesia ketika dia memperoleh kewarganegaraan dari negara lain. Di Indonesia batas seseorang menentukan kewarganegaraan sampai usia 18 tahun.

Selain dalam undang-undang, ada juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. Hal itu tertuang dalam Pasal 31 PP tersebut.

Dengan begitu status Arcandra adalah warga negara asing. Dalam pasal 9 undang-undang itu disebutkan seseorang yang ingin menjadi WNI harus dinaturalisasi dengan syarat 5 tahun menetap di Indonesia.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge