0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wartawan Solo Kutuk Aksi Kekerasan Anggota TNI AU di Medan

dok.timlo.net/achmad khalik
Puluhan wartawan Soloraya mengadakan aksi keprihatinan di seputar Bundaran Gladak, Solo, Selasa (16/8) siang (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Solo dan sekitarnya mengadakan aksi mengutuk oknum TNI AU yang melakukan arogansi terhadap wartawan saat melakukan peliputan di Medan, Sumatera Utara. Mereka menggelar aksi keprihatinan di seputar Bundaran Gladag, Selasa (16/8) siang.

“Kami prihatin, salah seorang rekan kami dianiaya saat melakukan tugas peliputan,” terang Korlap Aksi, Hartanto “Gondes” di sela aksi.

Pantauan di lapangan, puluhan wartawan mulai melakukan orasi sekitar pukul 09.30 WIB. Datang dari arah timur Jalan Slamet Riyadi, pekerja media tersebut langsung membentangkan sejumlah poster bertuliskan “Usut Tuntas Oknum TNI AU Penganiaya Wartawan”, “Stop Aniaya Wartawan”, “Pecat Penganiayan Wartawan”, “Wartawan Butuh Perlindungan Bukan Kekerasan” dan masih banyak yang lain.

Aksi ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diakhiri dengan mengheningkan cipta.

“Harapannya, panglima tertinggi dapat menyelesaikan kasus penganiayaan yang menimpa salah seorang rekan kami,” tandas Gondes.

Seperti diberitakan, dua wartawan menjadi korban kebengisan anggota  TNI AU saat memereka meliput aksi warga Sarirejo, Medan, Sumatera Utara pada Senin (15/8) kemarin. Kedua wartawan yakni Array Argus dari Tribun Medan dan Amdri Safrin dari MNC TV mengalami luka-luka setelah keduanya dianiaya.

Editor : Ari Kristyono

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge