0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Napi Sragen Kendalikan Peredaran Ganja di Perbatasan Klaten

Kapolres Klaten AKBP Faizal, kanan, Kasat Narkoba AKP Danang Eko Purwanto menunjukkan barang bukti ganja yang diduga dikendalikan seorang Napi Lapas Sragen (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten – Penangkapan empat pemuda yang hendak pesta ganja di Desa Wiro, Kecamatan Bayat pertengahan Juli lalu berbuntut panjang. Pasalnya, kuat dugaan barang haram tersebut dipasok oleh seorang narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen.

“Berdasar keterangan dari empat tersangka itu, kami menangkap pengedar berinisial SP (29) warga Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada 21 Juli. Kelima tersangka itu dikendalikan narapidana Lapas Sragen berinisial G,” kata Kasat Narkoba, AKP Danang Eko Purwanto, Senin (15/8).

Diterangkan, 18 Juli  2016 lalu, pihaknya membekuk NR (25); warga Desa Wiro Kecamatan Bayat, AI (22); warga Desa Kalikebo Kecamatan Trucuk, serta AF (24) dan SY (33); keduanya warga Desa Gaden Kecamatan Trucuk. Dari tangan mereka, polisi menyita 273,27 gram ganja kering yang dibeli dari pengedar di Boyolali.

Selang tiga hari, Kamis (21/7), petugas meringkus SP di Jalan Cokro Tulung, Desa Tegalrejo, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Selain delapan paket kecil ganja kering, polisi juga menyita ganja kering yang disimpan di rumahnya. Total ada 930 gram ganja kering yang disita sebagai barang bukti.

“SP mengaku peredaran ganja yang dilakukannya dioperatori oleh napi dalam kasus sama (narkoba)  dan saat ini masih menjalani hukuman di Lapas Sragen berinisial G,” terang AKP Danang.

Berdasarkan informasi itu, pihaknya membekuk seorang buruh harian lepas asal Trucuk yang diduga sebagai pengguna ganja dan sabu, AS alias Gembrot (36). Ia ditangkap di rumah kontrakan di Pedan, Klaten, Rabu (27/7) dengan barang bukti ganja seberat 2,25 gram, satu pipet kaca yang berisi sabu-sabu, satu alat penghisap, dan lainnya. Belakangan diketahui, Gembrot memperoleh barang haram itu dari G.

“Kami tetap memproses kasus yang melibatkan operator yang masih menjadi napi. Namun karena kewenangan kita terbatas, maka kita mengandeng Polres Sragen untuk pengembangan kasus ini,” beber AKP Danang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge