0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Separuh Pekerja Kapal Diduga Korban Perdagangan Manusia

ilustrasi nelayan (merdeka.com)

Timlo.net – Ratusan ribu pekerja kapal asal Indonesia terlibat pencurian ikan. Diduga, sekitar separuh diantaranya merupakan pekerja korban perdagangan manusia.

“Sebetulnya didalam dunia illegal fishing ada 700 ribu anak buah kapal. Nah, yang dikhawatirkan oleh kami 50 persen ABK Indonesia diperdagangkan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Senin (15/8).

Menurutnya, penduduk Indonesia rawan menjadi korban perdagangan manusia. Mengingat, kepolosan karakter yang dimiliki mayoritas masyarakat Indonesia.

“Kita menyadari karakter bangsa kita yang sangat baik, sangat penurut itu sangat rentan disukai dan diminati dalam hal perbudakan. Karena gampang sekali kita masuk dalam sindikat-sindikat rekrutmen tersebut,” kata Susi.

Susi menilai, pencurian ikan telah menjadi pembuka segala kejahatan. Seperti, perbudakan, penyelundupan, pencucian uang, dan lainnya.

“Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing telah terbukti menjadi pintu masuk kejahatan perikanan dan terkait perikanan. Seperti tindak pidana perdagangan orang, penyelundupan, perdagangan obat-obat terlarang, flora dan fauna yang dilindungi, barang-barang impor ilegal, tindak pidana pencucian uang, pemalsuan dokumen dan korupsi.”

Asean, katanya, menyumbang 20,7 persen dari total tangkapan ikan di dunia. Namun, pencapaian tersebut juga melibatkan praktik penangkapan ikan berlebihan (overfishing) dan kerusakan alam.

“Tak jarang para pelaku usaha mengeksploitasi korban-korban perdagangan orang untuk melancarkan usaha perikanan ilegalnya.”

[yud]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge