0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dispertan Klaten Bantah Cuitan BNPB Soal Ancaman Kekeringan

Screenshoot akun BNPB tentang prediksi krisis air di Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten angkat bicara terkait prediksi kekeringan di ribuan lahan pertanian oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pihaknya mempertanyakan data yang menjadi cuitan akun Twitter-nya @BNPB_Indonesia tersebut.

“Tulisannya benar, tapi kurang pas. Saya tidak menyalahkan, tapi kalau kekeringan tidak ada di Klaten. Itu sumbernya dari mana,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Klaten Joko Siswanto, Senin (15/8).

Melalui akun Twitter-nya dengan tanda pagar #kekeringan, Senin (15/8), BNPB menuliskan, Kabupaten Klaten di Jawa Tengah telah mengalami krisis air yang sudah mulai mempengaruhi sawah di banyak kabupaten #kekeringan. Kemudian, sekitar 3.000 hektar lahan pertanian di kabupaten Klaten diperkirakan kekeringan selama musim tanam kedua tahun ini.

“Diantaranya tersebar di kab Kemalang, Karangnongko, Jatinom, Pedan. Cawas dan Bayat. #kekeringan,” tulis @BNPB_Indonesia yang memiliki 70 ribu pengikut.

Pihaknya hingga sekarang belum menerima laporan dari kecamatan manapun yang sedang dilanda kekeringan. Apalagi BNPB menyebut lahan pertanian yang diprediksi terancam kekeringan mencapai ribuan hektar.

“Jumlah 3000 hektar itu enggak sedikit loh Mas. Saya siap ndereke kalau ada lahan pertanian yang dimaksud terancam kekeringan itu dimana, silakan ditunjukkan,” sebut Joko Siswanto.

Berdasarkan prakiraan cuaca melalui jurnal BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), sambung dia, saat ini Klaten tengah dilanda kemarau basah. Karena kelembaban udara diatas 50 mili meter. Kalau cuitan tersebut sifatnya himbauan, menurutnya, jangan menggunakan kata ‘terancam.’

“Ini kan musim kemarau basah. Ada hujan, ada air. Kecuali kalau kekeringannya kurang minum air bersih, ya mungkin bisa,” sambung Joko Siswanto saat dihubungi Timlo.net.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge