0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BNPB Cuit Krisis Air di Klaten, Begini Jawaban BPBD

dok.timlo.net/aditya wijaya
Screenshoot akun BNPB tentang prediksi krisis air di Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi enam kecamatan di Kabupaten Klaten mengalami kekeringan selama musim tanam kedua tahun 2016. Hal itu disampaikan lembaga yang menangani bencana ini melalui akun Twitter-nya @BNPB_Indonesia, Senin (15/8).

“Kabupaten Klaten di Jawa Tengah telah mengalami krisis air yang sudah mulai mempengaruhi sawah di banyak kabupaten#kekeringan,” cuit akun @BNPB_Indonesia yang mendapat lima Retweet.

Akun Twitter yang memiliki 70 ribu pengikut itu juga menuliskan, sekitar 3.000 hektar lahan pertanian di kabupaten Klaten diperkirakan kekeringan selama musim tanam kedua tahun ini. BNPB.

“Diantaranya tersebar di kab Kemalang, Karangnongko, Jatinom, Pedan. Cawas dan Bayat. #kekeringan,” tulis @BNPB_Indonesia dengan mengakhiri cuitannya dengan tanda pagar #kekeringan.

Menanggapi itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Bambang Sujarwo mengemukakan, prediksi BNPB tersebut merupakan prediksi data kekeringan tahun 2015. Padahal, saat ini Klaten masih hujan, dan belum ada laporan daerah kekeringan yang masuk ke BPBD maupun Dinas Pertanian Klaten.

“Jika soal sawah itu ranah dinas pertanian, Prediksi itu memang ada, ditambah Kecamatan Tulung, khususnya Desa Mundu yang kadang-kadang butuh bantuan air bersih. Tapi itu data tahun 2015 untuk mengajukan status darurat kekeringan. Hingga sekarang belum ada SK (surat keputusan) Bupati Klaten tentang darurat kekeringan,” ujar Bambang Sujarwo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge