0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PT Waskita: Protes Warga Tangkil Sudah Dibicarakan

Warga Tangki protes proyek jalan Tol Soker (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Ratusan warga dari Kampung Cumpleng dan Bulakrejo, Kelurahan Tangkil, Kecamatan Sragen menuntut, akses jalan penghubung tiga kecamatan di utara bengawan tidak ditutup. Mereka minta pihak PT Waskita, sebagai pelaksana proyek Jalan Tol Solo – Kertosono (Soker) membuatkan jalan underpass sebagai akses warga.

“Sebenarnya apa yang menjadi tuntutan warga itu saat ini baru dibahas di pusat. Kalau kita dari Waskita hanya menunggu instruksi dari pemilik proyek,” kata Pelaksana Lapangan PT Waskita, Jon Widianto, Senin (15/8).

Kepada Timlo.net, Jon mengungkapkan, pembahasan soal akses jalan tersebut sebenarnya merupakan hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) dan PT Waskita.

“Dalam sidak dulu itu sudah disepakati, warga akan dibuatkan jalan overpass. Tapi sekarang malah warga protes lagi minta underpass,” terang Jon.

Salah warga, Jumali (38), asal Kampung Cumpleng RT 2, Kelurahan Tangkil, Kecamatan Sragen menyampaikan, warga bersikeras menuntut agar jalan kampung tidak ditutup. Jalan tersebut merupakan akses yang menghubungkan antara Kampung Bulaksari dengan Kampung Cumpleng dan Bulakrejo.

“Jalan ini adalah alternatif kalau terjadi banjir. Di sini tidak pernah kebanjiran. Ini skses utama ke wilayah utara Bengawan  (Bengawan Solo),” ujar Jumali.

Jumali menambahkan, semua warga di Kampung Cumpleng sebanyak lima RT dan Kampung Bulakrejo dua RT, menentang kalau jalan itu ditutup. Dia mengklaim tuntutan warga tersebut didukung sepenuhnya oleh pihak Kelurahan Tangkil.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge