0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dinilai Pro Investasi, Wonogiri Raih Lencana Emas

dok.timlo.net/ist
Bupati Wonogiri Joko Sutopo menerima penghargaan Lencana Emas dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Buah manis dari pro investasi yang selama ini digaungkan  Pemkab Wonogiri diapresiasi pemerintah. Dalam puncak peringatan Hari Jadi Pemprov Jateng ke-66 di Simpang Lima Semarang, Senin (15/8) pagi, Wonogiri dinobatkan menjadi kabupaten dengan peringkat utama.

“Tadi pagi, Pak Bupati Joko Sutopo mewakili Wonogiri menerima penghargaan peringkat utama lencana emas kabupaten/kota Pro Investasi 2016 dan diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,” terang Kasusbag Humas Setda Wonogiri, Agus Sarmanto, Senin (15/8).

Menurutnya, penghargaan itu merupakan apresiasi dari Gubernur Jateng  kepada pemerintah kabupaten/kota yang telah mampu menyelenggarakan pembangunan bidang investasi terutama mengoptimalkan pelayanan kepada para  investor, menciptakan regulasi yang memiliki kepastian hukum.

“Jadi bukan hanya kecepatan pelayanan tapi juga termasuk kualitas pelayanan yang sopan dan ramah,” jelasnya .

Selain penghargaan tersebut, sejak tahun 2015, Wonogiri telah berhasil meraih peringkat pertama nasional Penyelenggara Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam Perizinan Secara Elektronik disusul bulan Mei 2016 menyabet peringkat ketujuh dalam penghargaan Investment Award Penyelenggara Terpadu Satu Pintu PTSP Kabupaten Terbaik Nasional.

Platform pro investasi sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan terbilang sukses. Sebagai indikasinya meningkatnya nilai realisasi investasi dari Rp 211 miliar tahun 2011 dan menjadi Rp 7,7 triliun di tahun 2015,” terangnya.

Sedang 2011, daya rasio serapan tenaga kerja mulai meningkat, bahkan di 2015, kebutuhan tenaga kerja di Wonogiri mengalami peningkatan tajam .

“Dengan demikian terdapat korelasi positif antara peningkatan investasi dengan penyerapan tenaga kerja. Di Wonogiri sendiri saat ini sudah ada lima perusahaan berskala besar, bahkan untuk tahun 2016 mengalami kekurangan tenaga kerja,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge