0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PDIP Pertanyakan Kebenaran Status Warga Negara Arcandra

merdeka.com
Arcandra Tahar (merdeka.com)

Timlo.net – Isu miring menerpa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Dia dituduh memiliki kewarganegaraan ganda.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pemerintah perlu memastikan Menteri ESDM Arcandra tidak pernah memiliki kewarganegaraan asing. Persoalan yang menyeret nama Arcandra harus diselesaikan mengingat Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda.

Undang Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan secara tegas menyatakan bahwa WNI otomatis kehilangan kewarganegaraan jika yang bersangkutan memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauan sendiri.

“Atas dasar hal tersebut, apabila Arcandra Tahar memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat, maka hal tersebut merupakan persoalan serius dan implikasinya tidak dapat menjadi pejabat negara,” ujar Hasto, Senin (15/8).

Persoalan ini harus segera diselesaikan mengingat dalam waktu dekat akan dilakukan negosiasi atas penguasaan blok-blok minyak, gas, batubara, dan mineral lainnya. Persoalan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia dipastikan mengundang berbagai kepentingan asing untuk masuk. Jika status kewarganegaraan Arcandra masih belum dijelaskan secara gamblang, maka loyalitasnya pada negara pun diragukan.

Padahal di sisi lain, menteri harus membantu presiden melindungi sumber daya dan aset negara dari berbagai kepentingan asing yang mengancam kepentingan nasional.

“Di sinilah pentingnya nasionalisme bagi seluruh pembantu presiden. Mengutamakan kepentingan nasional harus menjadi kredo (dasar tuntutan hidup) bagi seluruh pembantu presiden, sedangkan memiliki dua kewarganegaraan akan merancukan dedikasi WNI terhadap bangsa dan negara,” tegasnya.

Penyelenggara negara, dalam hal ini pemerintah, harus menjamin pelaksanaan konstitusi dan undang-undang yang mengatur monoloyalitas kewarganegaraan. Hasto menyarankan dilakukan investigasi untuk memastikan Arcandra tidak pernah memiliki kewarganegaraan asing.

Arcandra dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM pada 27 Juli 2016. Beredar pesan berantai di media sosial yang menyebut Arcandra memiliki kewarganegaraan AS setelah melalui proses naturalisasi sejak Maret 2012. Sedangkan, Indonesia tidak mengenal dwikewarganegaraan, sehingga bila informasi tersebut benar, maka status WNI Archandra bisa hilang.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge