0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mayoritas Media Belum Memiliki Serikat Pekerja

Ketua Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Abdul Manan memberi materi dalam workshop Pengorganisasian dan Kepemimpinan Serikat Pekerja di Solo (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pekerja media didorong membentuk serikat pekerja untuk meningkatkan posisi tawar mereka di hadapan perusahaan. Serikat pekerja dinilai penting untuk mewakili karyawan ketika ada yang bersengketa dengan perusahaan.

“Kalau ada serikat pekerja, serikat inilah nanti misalnya ada satu karyawan yang bersengketa dengan perusahaan. Kalau tidak ada, dia harus berhadapan dengan perusahaan sendirian. Yang bisa membela hanya advokat,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Abdul Manan dalam acara Workshop Pengorganisasian dan Kepemimpinan Serikat Pekerja di Solo, Minggu (14/8).

Berdasarkan data FSPM Independen, saat ini mayoritas media belum memiliki serikat pekerja. Dari 2.338 perusahaan media di seluruh Indonesia, baru 24 yang memiliki serikat pekerja. Dari 24 serikat itu, belum semuanya terdaftar di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sehingga tidak memiliki legalitas yang kuat.

“Makanya teman-teman pekerja media harus segera membuat serikat pekerja. Paling tidak, ada langkah-langkah menuju ke sana. Jangan sampai menunggu nanti kalau sudah ada masalah baru rame-rame bikin serikat,” kata dia.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Jawa Tengah, Suharno menambahkan, nantinya bila serikat pekerja benar-benar dibentuk, maka harus segera didaftarkan ke Dinsosnakertrans setempat. Dengan demikian, serikat tersebut memiliki posisi hukum yang kuat sehingga bisa mewakili pekerja bila terjadi sengketa.

“Teman-teman yang bekerja di media harus mengupayakan agar bisa masuk ke dewan pengupahan. Ini penting agar posisi tawar kita lebih kuat lagi,”’ tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge