0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ekonomi Lesu, Permintaan Rumah Seret

seorang pengunjung sedang melihat pameran properti (Setyo Piujis)

Solo – Lesunya kondisi ekonomi pada semester pertama 2016, turut memukul sektor properti yang ada di Solo. Pasalnya akibat lemahnya daya beli masyarakat tersebut, laju permintaan perumahan dari masyarakaat tumbuh secara melambat.

“Trendnya pasar memag tumbuh, tapi cenderung melambat jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro kepada wartawan, Jumat (12/8).

Dirinya mengatakan, faktor utama penyebab seretnya permintaan perumahan pada tahun ini karena rasio pendapatan dari masyarakat tidak sebanding dengan laju harga properti. Oleh karena itu, dengan adanya kebijakan dari BI yang melonggarkan Loan To Value (LTV) disambut baik oleh para pengembang.

“Kita berharap, dengan kebijakan yang dikeluarkan BI bisa kembali menggairahkan pasar properti. Mengingat properti adalah salah satu sektor riil yang sangat mempengaruhi laju ekonomi nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Sudirman Solo, Andy Sulistyo dalam kesempatan yang sama menyampaikan, untuk menggairahkan pasar properti berbagai upaya terus dilakukan. Diantaranya adalah dengan memperbaiki layanan serta menawarkan bunga murah selama momen HUT RI ke 71.

“Dengan adanya perbaikan dan inovasi produk itu, kita berharap tahun ini realisasi kredit kepemilikan rumah bisa meningkat 30 persen dari tahun lalu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge