0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Aiptu Jeffry Temukan Ikan Langka

merdeka.com
Spesies Oxynotus bruniensis (Prickly Dogfish) (merdeka.com)

Timlo.net – Anggota Polsek Urban Wanea, Manado, Aiptu Jeffry Nggala, menemukan ikan langka menyerupai hiu spesies Oxynotus bruniensis (Prickly Dogfish). Awalnya dia mengira ikan yang dalam kondisi sekarat itu duyung.

Umur ikan langka tak bertahan lama. Beberapa saat usai ditemukan, kondisinya terus melemah hingga akhirnya mati. Jeffry lantas menyerahkan ikan langka itu ke akademisi untuk diteliti.

Tim khusus dari FMIPA dan FIK Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pun dibentuk. Bukan peneliti dalam negeri saja yang kepincut untuk mengorek asal usul ikan tersebut, peneliti luar negeri pun ikut bergabung dalam tim.

“Spesimen akan dianalisis secara menyeluruh oleh Tim Peneliti FPIK bersama peneliti lain dari Unsrat Manado, di luar Unsrat bahkan luar negeri. Namun kewenangan penelitian berada langsung di bawah Unsrat Manado,” kata salah satu koordinator tim, Dr. Gustaf Mamangkey, S.Pi, MSc, kemarin.

Anggota tim dari internal Unsrat di antaranya Prof Janny D. Kusen, Prof Farnis B. Boneka, Prof Winda Mingkid. Masing-masing mereka memiliki latar belakang keahlian dalam Ikhtiologi, Taksonomi Morfologi, Genetik, Fisiologi dan Bio-Ekologi Kelautan.

Janny membenarkan ikan temuan Jeffry merupakan langka karena jarang ditemui. Sebaran ikan ini selama ini berada di Selandia Baru dan Australia bagian tenggara.

Sesuai teori peneliti asing selama ini, hiu jenis itu hanya ada di dua perairan negara beriklim sub tropis tersebut. Penemuan di wilayah perairan tropis menurut Janny, bakal menjadi suatu terobosan baru sekaligus perdebatan sengit antar sesama peneliti.

“Karena untuk sementara teori mereka hanya ada di sana, dan mereka menyatakan itu ikan di daerah sub tropis. Dengan temuan ini kita jebol dalam arti kita sanggah. Tapi ini sanggah dalam bentuk sanggah ilmiah,” lanjut Janny.

Kabar temuan ikan langka ini juga menggegerkan Malaysia. Bahkan Jeffry pernah dihubungi salah satu WN Malaysia yang berniat membeli.

“Ada yang katanya dari Malaysia. Dia menawari saya uang untuk membeli ikan tersebut. Malahan ia meminta saya menyebut harga ikan. Katanya alasan mau beli untuk kepentingan science namun saya menjawab nanti aja ya,” tutur Jeffry.

Dikatakan dia, jawaban tersebut sebagai penolakan halus terhadap tawaran. Dia lebih memilih untuk menyerahkan ikan langka itu Unsrat untuk diteliti.

“Saya memilih menyerahkannya ke peneliti Unsrat karena hasil penelitian nantinya akan berguna bagi negara kita khususnya daerah Sulawesi Utara. Ini juga kan demi kepentingan ilmu pengetahuan yang akan mengungkap potensi kelautan kita. Kelak akan sangat berguna bagi anak cucu kita sendiri,” jelasnya lagi.

Selain akun mengaku berasal dari Malaysia, dirinya mengatakan ada juga yang dari Selandia Baru. Alasannya sama, demi ilmu pengetahuan. Hanya saja, akun diduga peneliti asing ini hanya meminta potongan kecil ikan.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge