0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cabuli Bocah SD, Sopir Truk Terancam 15 Tahun Penjara

Gelar perkara pencabulan anak di bawah umur (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — DW (13) atau Melati, korban pencabulan anak di bawah umur mengenal tersangka, HR (23) sejak lima bulan lalu. Korban pertama kali dihubungi tersangka melalui pesan singkat SMS. Korban kemudian berkomunikasi melalui akun jejaring sosial Facebook milik tersangka.

”Jadi korban kenal melalui HP lalu berlanjut ke jejaring sosial (Facebook),” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko, Kamis (11/8).

Setelah sekian lama menjalin hubungan, lanjut Wakapolres, Melati akhirnya diajak bertemu. Menurut pengakuan tersangka yang juga seorang sopir truk, korban dijemput dan dibawa ke rumahnya. Selama dua hari, korban diajak berhubungan intim sebanyak tiga kali.

”Pertemuan ini baru pertama kali, korban menginap di rumah tersangka selama dua hari,” imbuhnya.

Sementara itu, HR mengaku nekat menyetubuhi bocah SD karena tergiur. HR mendapat informasi tentang Melati dari temannya. Selain itu, dia tergoda karena sering melihat film porno.

”Karena tergoda dengan korban,” kilah HR.

Terpisah, ayah korban DS, sangat terpukul dengan apa yang dialami anaknya. Dia berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

”Saya menyadari ini karena dampak negatif kemajuan teknologi. Jadi anak saya dikasih alamat FB dan paswordnya. Jadi kontaknya hanya lewat 1 akun itu. Selama dua hari masih bisa dihubungi ibunya dan ngakunya di Jakarta,” cerita DS sembari tak kuat menahan tetesan air mata.

Atas perbuatnnya, tersangka HR dijerat Pasal 81 Ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara maksimal 15 tahun.

“Barang bukti yang diamankan berupa Kartu Keluarga, Akte Kelahiran korban, satu stel baju korban,” kata Kompol Prawoko.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge