0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TSTJ Digadang-Gadang Jadi Kebun Binatang Terbaik se-Asia

Pengelola TSTJ, Dirjen KSDAE, dan Pemkot Solo membicarakan revitalisasi TSTJ (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) diproyeksikan menjadi kebun binatang terbaik se-Asia melalui program revitalisasi yang tengah dilaksanakan. Desain kebun binatang seluas 11,5 Hektar itu dikerjakan oleh para pakar kebun binatang dari berbagai negara termasuk Indonesia.

“Menurut para pakar itu, kalau desain ini diterapkan, TSTJ akan jadi kebun binatang terbaik se-Asia,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Tahrir Fathoni, Kamis (11/8).

Revitalisasi akan mengikuti tren pengelolaan kebun binatang di negara-negara maju. Aspek kesejahteraan satwa akan mendapat perhatian lebih. Nantinya, kandang-kandang itu akan dibuat lebih luas dan terbuka. Tujuannya agar satwa merasa seolah-olah berada di alam liar.

“Tidak terbuka betul, tapi lebih luas agar binatang-binatang bisa mengekspresikan diri seperti di alam bebas,” kata dia.

Selama ini kebun binatang yang dikelola pemerintah belum sesuai dengan perkembangan kebun binatang moderen. Desain yang ada masih berorientasi kepada pengunjung dibanding satwa. Binatang-binatang ditempatkan di kandang-kandang sempit yang mengekang kebebasan mereka.

“Misalnya di kebun binatang ada sungai, tapi kudanilnya malah ditempatkan di kandang,” kata dia.

Ia mengakui 10 kebun bintatang yang dikelola pemerintah memang belum optimal terutama dari sisi manajemen. Untuk itu, pemerintah merangkul Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia untuk merevitalisasi kebun binatang itu.

“Tahap awal kita kerjakan yang di Solo sama Bukit Tinggi dulu,” kata dia.

Ia menambahkan, TSTJ mendapatkan prioritas lebih. Targetnya, dalam dua tahun kedepan, TSTJ bisa menjadi kebun bintangn terbaik se-Asia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge