0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendidikan Agama adalah Pendidikan Hati

Pertemuan terbatas antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) di Auditorium UMS, Pabelan Sukoharjo (timlo.net/eko prasetyo)

Sukoharjo – Pendidikan agama sangat penting, Pendidikan agama berbeda dengan pendidikan ketrampilan atau pendidikan keahlian atau pendidikan lainnya.

“Pendidikan agama adalah pendidikan hati. Pendidikan perasaan yang membangun intuisi atau rasa,” ujar Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES), Prof Dr Ahmad Malik Fajar, seusai acara pertemuan terbatas antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Dewan Pertimbangan Presiden (WATIMPRES) di Auditorium UMS, Pabelan Sukoharjo, Kamis (11/8).

Dalam pendidikan agama, menurut Malik yang juga mantan Menteri Pendidikan, sebetulnya tidak bisa dinilai secara kuantitas atau kuantifikasi, seperti nilai agama 6 atau 70 misalnya. Sebabnya relatif.

“Pendidikan agama sebetulnya lebih berperanan mengkondisikan. Sehingga peserta didik kedepan menjadi baik seperti yang diharapkan. Artinya bukan diwujudkan dalam konteks nilai rapor, tetapi dalam konteks menjalani hidup,” ujarnya.

Sedang problema pendidikan sekarang ini, menurut Malik, kuncinya pada guru. Untuk memperbaiki pendidikan, kuncinya memperbaiki guru. Bukan sekedar memperbaiki kesejahteraannya, tetapi perlu diketahui bahwa guru adalah panggilan.

“Profesi yang panggilan. Artinya darah guru yang terpanggil,” jelasnya.

Sementara itu, kedatangan WATIMPRES ke UMS, menurut Rektor UMS Prof Dr Bambang Setiaji, tujuannya untuk menyerap aspirasi dari ilmuan, budayawan maupun universitas. Hasil penyerapan tadi akan disampaikan kepada Presiden melalui kementerian.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge