0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Keunggulan Blok Rem Kereta Buatan Ceper

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melihat pembuatan blok rem di Koperasi Industri Pengecoran Logam dan Permesinan Batur Jaya, Ceper, Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Kedatangan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Rabu (10/8) kemarin, membangkitkan optimisme bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) cor logam di Kecamatan Ceper. Sebab, mereka memiliki nostalgia dengan Ir Hartarto, ayah Menperin pengganti Saleh Husein itu.

“Bapaknya, Pak Hartarto itu dulu membuat industri Ceper melambung pada era tahun 1980-an. Tentu ini angin segar bagi kami,” ujar Ketua Koperasi Industri Pengecoran Logam dan Permesinan Batur Jaya, Badrun Munir, Kamis (11/8).

Informasi dihimpun, Ir Hartarto pernah menjabat sebagai menteri saat dipimpin Presiden Soeharto. Ia pernah bertugas di Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV periode 1983 – 1988, dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993), serta Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

Badrun menerangkan, industri cor logam yang terpusat di Dukuh Batur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper itu melambung sejak 1985 atau era ayah Menperin Airlangga Hartarto. Sejak 1990, IKM cor logam Batur rutin menyuplai kebutuhan blok rem komposit untuk kereta yang mencapai 4.7782.697 unit.

Ditanya soal persaingan produk blok rem komposit, dia menjelaskan, produk Batur telah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan ISO. Dibanderol Rp 111 ribu per unit, blok rem komposit Batur termasuk murah dan memiliki sejumlah keunggulan.

“Kalau produk Tiongkok memang lebih mahal. Lifetime mereka empat bulan, kami satu bulan. Tapi daya tahan kami lebih baik untuk jalur rel yang menanjak, turun, naik, dan berkelok-kelok. Maka kami ingin tetap dipihaki oleh pemerintah,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge