0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Keracunan Jalani Observasi, Sebagian Boleh Pulang

dok.timlo.net/tarmuji
Siswa SDN 3 Parangharjo yang keracunan menjalani perawatan di RS (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri – Sebagian siswa SDN 3 Parangharjo yang diduga mengalami keracunan diperbolehkan pulang. Meski demikian tetap dalam pengawasan tim medis dengan rawat jalan. Sementara dinas terkait sudah mengambil sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa tersbeut untuk diuji laboratorium.

“Gejala yang timbul, ada yang mual, muntah, pusing dan bahkan ada yang kesakitan pada perutnya,” ungkap Kepala Puskesmas Nguntoronadi 1 dr Agus Budi S, Kamis (11/8).

Selanjutnya, setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, 11 siswa dipulangkan dan hanya rawat jalan. Sedangkan tiga pelajar dirujuk ke RSUD Sudiran Mangun Sumarso untuk dilakukan observasi.

“Dari kesimpulan kami itu keracunan, karena adanya gejala yang sama, apalagi korban merupakan satu kelas,” jelasnya.

Pihaknya menyebut, para pelajar SD ini mengalami keracunan setelah menyantap jajanan berupa cilok dan minum es dawet. Hal tersebut diperkuat oleh keterangan beberapa saksi, khususnya pihak sekolah.

“Untuk sampel kedua makanan dan minuman ini sudah kami kirimkan ke dinas untuk uji laboratorium,” katanya.

Dirut RSUD Sudiran Mangun Sumarso, Wonogiri Setyarini menambahkan, saat ini tiga pelajar SD yang diduga keracunan itu, masih menjalani perawatan di ruang IGD.

“Diduga pelajar SD itu keracunan akibat mengkonsumsi cilok atau sejenis bakso pentol dan bukan karena minuman es dawet. Untuk kondisinya saat ini tidak memprihatinkan, yang jelas masih dilakukan observasi, ” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, belasan siswa SDN 3 Parangharjo, Desa Semin Kecamatan Nguntoronadi diduga mengalami keracunan, Kamis (11/8). Mereka dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge