0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hebat, Polisi Tidur Bisa Hasilkan Energi Listrik

merdeka.com
'Polisi tidur' bisa jadi alat penghasil listrik (merdeka.com)

Timlo.net – Mahasiswa Universitas Brawijaya memanfaatkan ‘polisi tidur’ sebagai alat penghasil energi listrik. Alat yang diberi nama Potret atau Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan dapat mendistribusikan energi pegas menjadi listrik.

Hasan Albinsaid, salah satu anggota tim penemu Potret menceritakan, proses kerja polisi tidur penghasil energi tersebut. Cara kerjanya memanfaatkan kendaraan yang melintasi polisi tidur. Pegas akan menurun karena sistem yang elastis.

“Setelah pegas menurun maka polisi tidur akan tertarik linear karena di dalam boks terdapat berbagai gear dan rantai. Sehingga bisa menciptakan putaran dan jika dihubungkan ke generator akan menghasilkan listrik,” kata Hasan, Kamis (11/8).

Generator akan terhubung dengan aki yang akan melakukan penyimpanan. Selanjutnya, energi yang tersimpan dapat digunakan untuk segala kebutuhan salah satunya penerangan jalan.

Alat yang direkayasa khusus ditempatkan di polisi tidur dengan memanfaatkan perubahan energi potensial pegas yang ditempatkan di bawah polisi tidur.

Kata Hasan, dalam sekali hentakan sepeda motor di polisi tidur bisa menghasilkan 10-15 volt. Jika sehari 1.000 kendaraan dengan berat rata-rata 1.000-2.000 kilogram, gear akan memutar generator dengan kecepatan putar 1.000-1.250 rpm.

“Sistem tersebut dapat dimanfaatkan menyalakan empat lampu masing-masing 40 watt selama 10 jam sehari,” katanya.

Biaya pembuatan cukup murah dan untuk perawatanya sangat mudah karena bisa dibongkar pasang. Pembersihan cukup dibongkar dengan disapu atau diberi oli.

Potret mudah dibawa kemanapun dan tidak terpengaruh cuaca. Alat tersebut dapat dipasang di pintu masuk jalan tol atau tempat umum yang menggunakan sistem portal.

“Jadi bukan ditempatkan di tengah jalan, meski beban berat bisa sampai 50 ton,” tandas Hasan.

Selain Hasan Albinsaid, rangkaian tersebut diciptakan Dony Darmawan Putra, Ridho Darmawan dan Anthony Wijaya. Karya keempat mahasiswa semester 4 itu di bawah dosen bimbingan Eka Maulana. Proses menciptakan Potret sejak 2014 hingga 2016.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge