0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun Ini, Bendera Pusaka Dinaikkan Kereta Kencana

merdeka.com
Kereta kencana Ki Jaga Raksa (merdeka.com)

Timlo.net – Bendera pusaka akan dinaikkan kereta kencana pada upacara HUT RI ke-71 di Istana Negara 17 Agustus mendatang. Presiden Joko Widodo meminjam kendaraan itu dari Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kereta mulai dibawa hari ini, Kamis (11/8). Prosesi penurunan kereta buat dibawa ke Jakarta dilakukan pada Kamis pagi.

Menurut Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, peminjaman kereta kencana Ki Jaga Raksa menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Purwakarta. Sebab kereta itu merupakan ikon Purwakarta menjadi cerminan refleksi sejarah kebudayaan setempat.

“Kereta kencana ini ikon, khusus pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini bendera pusaka akan dibawa oleh Ki Jaga Raksa. Tentu ini merupakan kebanggaan untuk seluruh masyarakat Purwakarta,” Kata Dedi di Bale Nagri, Purwakarta.

Dedi menilai, dengan menggunakan kereta kencana Ki Jaga Raksa buat membawa bendera pusaka, Presiden Joko Widodo dianggap berhasil memadukan tradisi dan modern dalam tatanan kenegaraan.

“Pak Jokowi memiliki intuisi kebudayaan yang luar biasa. Intuisi ini mulai muncul dalam tatanan kenegaraan. Saya kira ini bagus karena Indonesia ini kaya akan kebudayaan Nusantara. Nanti itu dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan, beliau ingin memadukan budaya militer kerajaan dan budaya militer kekinian,” tambah Dedi.

Terinspirasi dengan Jokowi, Dedi berencana akan membuat upacara peringatan Hari Kemerdekaan serupa. Karena menurut dia masih sangat jarang upacara bendera memadukan unsur militer tradisional dan modern.

“Bukan tidak mungkin kita di Purwakarta melakukan hal yang sama seperti Pak Jokowi lakukan. Selama ini SOP upacara bendera selalu dinilai kaku dan membosankan. Kalau kita tambahkan ornamen tradisional, tentu ini perubahan terhadap sejarah. Patut kita apresiasi tentunya,” ujar Dedi.

Hanya saja, kereta kencana Ki Jaga Raksa sebelumnya sempat menjadi polemik. Sebab, keberadaan kereta saban hari dipajang di Pendopo Pemkab Purwakarta, oleh salah satu ormas Islam dikatakan sebagai bentuk kemusyrikan. Mereka menganggap kereta itu sengaja dipuja lantaran sebagai tempat bersemayam sosok Nyi Roro Kidul.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge