0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolres Wonogiri Bantah Tarik Biaya Perizinan Keramaian

dok.timlo.net/tarmuji
Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor saat kunjungan di Kecamatan Jatiroto (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tingginya biaya perijinan yang dikeluarkan Polres Wonogiri menjadi salah satu keluhan warga Kecamatan Jatiroto. Salah satunya yakni  ijin keramaian. Dimana dalam satu kali gelaran even hiburan, biaya perijinan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Ada rumor yang beredar di masyarakat, bulan Juli lalu, kebetulan warga menggelar acara hiburan dangdut di lapangan Jatiroto biayanya Rp 12 juta,” ungkap warga Jatiroto, Triyono, Kamis (11/8).

Menurut dia, soal mahalnya biaya perijinan sudah menjadi rumor, namun demikian warga enggan melaporkan ke pimpinan jajaran Polres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor menampik rumor tersebut. Pihaknya selama ini tidak menarik biaya perijinan, khususnya ijin keramaian.

“Saya sangat berterimakasih adanya informasi ini. Saya harap setiap warga berani melapor, karena kritik dan saran masyarakat dapat menjadikan polisi lebih baik,” ujarnya .

Kapolres juga menegaskan, polisi siap jika sewaktu-waktu dimintai bantuan dalam hal pengamanan di suatu keramaian, semisal gelaran orkes dangdut.

“Tapi panitia acara dan warga masyarakat juga harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung,” jelasnya .

Tak hanya itu saja. Dalam kunjungannya di Jatiroto, Kapolres juga memberikan nomor telepon pribadinya kepada masyarakat. Dengan harapan, jika masyarakat menemukan pelanggaran, baik yang dilakukan oleh oknum anggota polisi maupun masyarakat segera dilaporkan secepatnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge