0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Belum Siap Diproduksi, PT DI Sudah Kewalahan Terima Pesanan N-219

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pesawat N-219 diklaim banyak diminati para pelaku usaha penerbangan di Indonesia. PT Dirgantara Indonesia telah menerima pesanan sebanyak 60 unit.

“Mereka sudah mau tanda tangan kontrak tapi saya menolak,” kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso pada Peringatan Hari kebangkitan Teknologi Nasional, Rabu (10/8).

Dirinya tidak mau menjanjikan sesuatu yang belum pasti. Pasalnya, saat ini pesawat tersebut masih dalam tahap pengujian yang ditargetkan rampung dalam waktu satu atau dua bulan. Bila dalam pengujian tidak ada kendala, N-219 baru bisa mengajukan ijin terbang eksperimental.

Belum lagi, untuk bisa melayani penerbangan komersial, pesawat baru harus lolos sertifikasi yang memerlukan waktu paling cepat 1,5 tahun. Dengan segala kerumitan tersebut, Budi tidak berani memastikan kapan N-219 bisa diproduksi.

“Yang mereka (peminat N-219) sudah siap. Kalau pesawat ini terbang, mereka akan tanda tangan kontrak,” kata dia.

Tak hanya di tanah air, N-219 juga disebut-sebut diminati negara lain. Bahkan Budi mengatakan ada salah satu negara di Afrika yang meminta 100 unit N-219 di assembly di negara itu. Hanya saja PT DI sampai saat ini belum berniat mengekspor hasil karyanya itu.

“Untuk memenuhi pesanan yang ada sekarang saja kita butuh waktu sampai 2019 atau 2020. Saya nggak tahu yang di luar negeri itu mau menunggu setelah 2020 atau tidak,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge