0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

N-219 Memasuki Masa Krisis

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pesawat N-219 yang digadang-gadang bakal menjadi pesawat perintis produksi dalam negeri memasuki tahap pengujian. Tahap tersebut dinilai krusial karena hasil pengujian akan menentukan kelayakan terbang pesawat dengan kapasitas 19 orang itu.

“Ini merupakan masa-masa krisis untuk kita,” kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI), Budi Santoso, Rabu (10/8).

Di tahap ini, perhitungan-perhituagan tentang struktur pesawat akan diuji di lapangan. Bila hasil pengujian sesuai dengan perhitungan, maka pesawat tersebut bisa memasuki tahap selanjutnya yaitu uji terbang. Bila tidak, bagian yang kurang tersebut harus disempurnakan.

“Tes ini kita harapkan selesai dalam waktu satu atau dua bulan ini,” kata dia.

Ia menerangkan, N-219 merupakan pesawat unpressurized (tekanan udara di dalam kabin pesawat sama dengan tekanan di luar). Untuk jenis pesawat tersebut, pengujian ditekankan pada bagian sayap. Pengujian dilakukan dengan memberi beban pada sayap seperti pada saat pesawat itu mengudara.

“Ada 300 strain gauge (alat untuk mengukur beban) yang kita pasang di sayap itu. Data dari situ nanti kita cocokkan dengan perhitungan kita,” kata dia.

Bagian-bagian lain juga akan diuji seperti bagian landing gear serta bagian-bagian lain. Setiap komponen harus memenuhi kualifikasi agar bisa memenuhi standar keamanan.

“Satu per satu komponen kita tes, baru setelah itu kita minta ijin terbang eksperimental,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge