0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Bahaya Jamu Ilegal yang Disita BBPOM

timlo.net/putra kurniawan
Petugas dari BBPOM menunjukkan kemasan jamu ilegal yang disita (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Lima merek jamu tradisional ilegal yang disita tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang di Sukoharjo mengandung bahan kimia. Selain bahan alami, jamu juga dicampur sejumlah obat penghilang rasa sakit dan obat penenang.

“Dari hasil penyelidikan kami, bahan jamu ini dicampur antara bahan alami jamu dengan obat kimia yang dalam takaran tertentu dapat merugikan kesehatan. Jadi, selain kode registrasinya fiktif, juga dicampur bahan kimia obat,” kata Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Semarang, Zeta Rina Pujiastuti, Rabu (10/8).

TK mencampurkan bahan alami dengan bahan kimia obat seperti, Dexamethazon, Paracetamol dan kafein sejak tahun 2012. Jika dikonsumi terus menerus tidak dengan dosis yang tepat dan kondisi yang tepat dapat membahayayakan kesehatan, karena berubah menjadi racun dalam tubuh.

Produsen jamu illegal berbahaya ini melangar Undang-Undang No 36 tahun 2009 Pasal 196 dan 197 tentang kesehatan. TK terancam hukuman 10 tahun penjara dan atau denda sebesar Rp 1 Miliar, namun untuk saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

“Kita sita seluruh bahan baku, produk, kemasan dan mesin produksinya semuanya satu truk penuh. Sedangkan untuk pemilik yang juga produsennya kita mintai keterangan,” tandasnya.

Ke lima merk jamu yang diproduksi oleh TK dan semuanya tidak dilengkapi surat ijin edar dari BBPOM, Cobra, Jogja-Solo, Jinten Arab, Walisongo dan Bima Kudra. Ke lima produk ini terbuat dari bahan alami dicampur bahan kimia obat dan sudah beredar luas di wilayah eks Karesidenan Surakarta sejak 2012.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge