0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Donat, Residivis yang Licin dan Lihai Mengelabui Petugas

Dian Rismawan alias Donat tertangkap polisi (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Dian Rismawan alias Donat alias Yayan (27) memang telah berhasil ditangkap di Karanggede, Boyolali Minggu (7/8). Namun cerita dibalik penangkapan residivis curanmor tersebut cukup menarik untuk disimak.

‪Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, Donat sangat cerdik dan lihai dalam melepaskan diri dari petugas. Sejak kabur saat akan disidang, Donat terus berpindah-pindah tempat. Sebanyak 18 anggota resmob dikerahkan untuk memburu residivis kasus pencurian di Salatiga itu.

Tim resmob Karanganyar juga dibantu dari Polres Sragen, Polres Semarang, dan Polres Boyolali. Pengejaran dilakukan sejak Kamis (4/8). Terdakwa Donat awalnya di Colomadu. Begitu dilakukan pengejaran ternyata sudah berpindah tempat di Karanggede, Boyolali. Penelusuran informasi, Donat terus dilakukan. Saat akan disergap di Karanggede, tepatnya di rumah wanita idaman lainnya, Donat ternyata sudah mencium pergerakan petugas.

‪”Jadi terdakwa ini sangat gesit. Berbekal sepeda motor pinjaman, dia terus lolos dari kejaran ,” kata Kapolres.

‪Sementara itu, Kaur Bins Ops Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Iptu Tri Gusnadi menceritakan, selama empat hari, petugas terus menguntit jejak Donat yang diketahui residivis kasus pencurian di Boyolali, Sragen, dan Salatiga ini. Petugas sempat menemukan petunjuk saat Donat pulang ke rumah istrinya di Banyumanik, Semarang.

Namun, Donat lagi-lagi berhasil lolos dari sergapan petugas. Dia melarikan diri kembali ke Karanggede. Setelah melakukan pencarian, tim mendapatkan kepastian lokasi persembunyian Donat di Dukuh Blumbang RT 3 RW 1 Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede.

‪”Tempat persembunyian ini sangat terpencil, jauh dari perkotaan. Rumah yang jadi tempat persembunyian juga paling dalam berbatasan dengan jurang dan perbukitan,” kata Tri.

‪Mendapati medan yang cukup sulit, petugas sempat menyamar sebagai warga setempat. Bahkan untuk mengetahui pergerakaan Donat sebelum detik-detik penyergapan, salah satu anggota resmob sampai menyewa beronjong sayur pedagang yang kebetulan melintas.

”Kami khawatir terdakwa kembali kabur, jadi saya perintahkan anggota untuk menyamar jadi penjual sayur keliling. Saya sewa beronjong sayur yang lewat di dekat lokasi penyergapan,” kata Tri.

‪Setelah siap dengan penyergapan, tim langsung melakukan pengepungan. Donat lagi-lagi mengetahui pergerakan petugas, dia sempat akan kabur lari ke arah persawahan. Ujung persawahan itu terdapat bukit dan jurang yang curam.

”Kami sempat lakukan pengejaran menyusuri bukit. Salah satu anggota ada yang sampai keram kakinya karena berlarian,” kata Tri.

‪Setelah tak menghiraukan tembakan peringatan, Donat akhirnya ditembak empat kali di bagian dua kakinya.

”Setelah ditembak itu pun masih berusaha lari. Terdakwa bahkan berusaha melawan dan mengancam bunuh diri,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge