0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Sri Wahyuni, Awalnya Masuk Tim Cadangan Indonesia

dok.merdeka.com
Atlet angkat besi wanita Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani berhasil raih medali perak Olimpiade 2016 (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Atlet angkat besi perempuan Indonesia, Sri Wahyuni, mendapat medali perak. Medali pertama yang ditorehkan itu tidak pernah diduga-duga sebelumnya. Apalagi Sri Wahyuni pernah akan menjadi pemain pelapis di ajang paling bergengsi seantero.

“Da Neng Yuni (panggilan Sri Wahyuni) mah asalnya sempat mau jadi tim bayangan ke Brazil tuh,” kata Candiana, ayah Sri Wahyuni, di Kampung Bojong Pulus RT 4 RW 2, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

PABBSI lanjut dia, pernah sanksi dengan Sri lantaran saat uji coba kejuaraan angkat besi dunia di Amerika awal 2016 lalu gagal.

“Berat badannya naik sampai 53 kilogram. Jadi awalnya memang bisa cadangan.”

Tapi sang pelatih, melihat mental juara yang dimiliki dara kelahiran Bandung 21 tahun silam itu.

“Kata pelatih, Sri punya mental juara. Orangnya cuek, enggak gampang demam panggung,” ungkapnya.

Sabtu atau Minggu 7 Agustus WIB, Sri benar-benar menjawab semua keraguan. Sri meraih perak pada kelas 48 kilogram dengan total angkatan 192 kilogram. Sri hanya kalah dari atlet Thailand Sopia Tanasan dengan total angkatan 200 kilogram.

Dia merasa bangga dengan apa yang diraih Sri, di ajang olimpiade Brazil. Dia tahu benar bahwa perjuangan Sri sejak kecil akan berbuahkan hasil.

“Saya bangga dan sedih. Sedihnya bahagia, semua tetangga langsung memberi tahu bahwa Neng Yuni dapat medali,” ungkapnya.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge