0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UTP Gelar Workshop Tri Ciri Tentara Pelajar

UTP menggelar workshop Tri Ciri Tentara Pelajar (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta menggelar workshop tentang Tri Ciri Tentara Pelajar, Selasa (9/8. Tampil sebagai narasumber antara lain Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UTP Prof Satriyo Soemantri Brodjonegoro PhD (mantan Dirjen Dikti) dan Ketua Dewan Pembina YPTTP Agung Nugroho.

“Tri Ciri Tentara Pelajar merupakan landasan dan cirri khas UTP,” ujar Ketua Yayasan YPTTP Surakarta, Drs Emon Prasetyo.

Humas UTP Bayu melalui rilisnya yang diterima Timlo.net, Rabu (10/8) menyebutkan, acara tersebut diikuti seluruh dosen UTP, baik dosen PNS DPK maupun dosen yayasan.

Dalam workshop tersebut, dosen UTP dituntut bukan hanya tahu, hafal tri ciri tentara pejar beserta artinya, namun juga dituntut untuk bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari terlebih dalam proses belajar mengajar di kampus. Karena, Tri Ciri Tentara pelajar yang terdiri dari patriotime, kemandirian dan kepeloporan adalah merupakan satu kesatuan yang tidak bias dipisahkan.

Dalam sambutannya, Rektor UTP Prof Ongko mengatakan, alasan kenapa workshop ini dilaksanakan karena UTP adalah peninggalan dari Tentara Pelajar Brigade 17 yang kemudian mewarisi  “Tri Ciri Tentara Pelajar” kepada UTP. Untuk itu, mau tidak mau, warisan tersebut harus dipegang teguh dan diimplementasikan. Hal tersebut juga sesuai dengan Visi UTP Surakarta, yaitu Menjadi Universitas yang Unggul berbasis Patriotisme, Kemandirian dan Kepeloporan.

“Dosen adalah pewaris Tri Ciri Tentara Pelajar yang harus bisa mewujudkan cita-cita pendiri UTP” pungkas Ongko.

Dalam penyampaian materi, Prof Satriyo menekankan kepada dosen dan peserta workshop untuk bisa menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Ciri TP tersebut, kemudian bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga dapat menghasilkan mahasiswa yang mempunyai daya saing yang kuat.

Lebih lanjut Satriyo mengatakan, untuk bisa menghasilkan lulusan yang bermutu, akreditasi sebuah Prodi bukan tujuan sebuah mutu, tetapi adalah sebuah proses menuju mutu itu sendiri. Satriyo juga memberikan tips dan trik untuk mencapai mutu sebuah perguruan tinggi, salah satu yang terpenting adalah evaluasi diri untuk identifikasi kapasitas akademik yang ada.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge