0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Full Day School Bisa Merampas Hak Anak

Peneliti PPK LPPM UNS, Retno Setyowati (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Wacana baru yang digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal full day school mendapat kritikan pedas dari kalangan civitas akademika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Program tersebut dinilainya bertentangan dengan HAM lantaran mengesampingkan hak asasi anak.

“Itu melanggar hak anak pada akhirnya. Tumbuh kembang anak menjadi tidak baik,” kata peneliti dari UNS Surakarta, Retno Setyowati, Selasa (9/8).

Kepada wartawan Retno menyampaikan, sekolah yang selama ini menjadi tempat pembelajaran bagi anak harus bisa memberikan suasana belajar yang menyenangkan. Namun kalau dari waktu pagi hingga menjelang sore anak-anak dijejali dengan jam pelajaran akan merampas waktu bermain.

“Jadi harus memperhatikan hak anak. Ada waktu bermain, tidak dipaksa melakukan aktifitas yang menjadi beban anak. Program full day school akhirnya bisa merampas hak anak,” jelas Retno yang juga aktif di Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPK LPPM) UNS ini.

Dia menambahkan, selain itu anak juga harus diberi waktu untuk beristirahat setidaknya delapan jam dalam sehari. Lebih baik memakai sistem pendidikan yang alamiah seperti sekarang ini, masuk sekolah mulai Senin hingga Sabtu dengan jam pelajaran yang wajar.

“Rencana itu harus dikaji ulang,” ujarnya.

Sementara wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, belum bersedia menanggapi lebih jauh rencana dari Mendikbud, Muhadjir Effendi tersebut. Kendati pada akhirnya wacana itu juga mendapat persetujuan dari Wapres Jusuf Kalla.

“Kita belum tahu, kalau masih sekadar wacana kita belum bisa nanggapi,” kata Dedy.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge