0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Salahi Perda, Ratusan Reklame Dicopot Paksa

timlo.net/nanang rahadian
Penertiban spanduk oleh petugas Satpol PP (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Ratusan reklame tak berijin di sepanjang Jalan Utama Solo-Tawangmangu Karanganyar Kota sampai Palur dicopot paksa petugas Satpol PP.  Selain tak berijin spanduk tersebut juga menyalahi tempat pemasangan, karena dipasang melintang jalan dan dipaku di pohon.

”Alat reklame yang kita amankan kebanyakan sudah habis ijinnya,” kata Kepala Satpol PP Karanganyar Kurniadi Maulato, Selasa (9/8).

Dalam operasi yang digelar akhir pekan lalu, ratusan reklame berhasil dicopot paksa. Yakni Banner 216 buah, Baliho 38 buah, spanduk 21 buah, umbul –umbul 30 buah. Reklame tersebut paling banyak ditemukan di Bejen, Tegalgede, Papahan, Tasikmadu dan Jaten. Penindakan dilakukan karena reklame tersebut melanggar perda tentang reklame.

”Pelanggaran tidak berijin, kemudian masa ijin habis. Spanduk yang diamankan paling banyak spanduk promosi perusahaan,” jelas Kurniadi.

Dijelaskan Kurniadi, penindakan harus dilakukan kucing-kucing. Karena pemasang tidak jera meskipun sudah diberedel. Mereka nekat memasang kembali spanduknya terutama saat malam hari.

”Setelah dilepas, keesokan harinya sudah ada lagi. Penertiban secara kucing-kucingan,” imbuhnya.

Pihaknya sudah sering melayangkan surat peringatan kepada pemasang.

”Jika masih nekat, perusahan tersebut ijinnya dicabut,” imbuhnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Pelayanan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPPMPTSP) untuk mendata alat reklame yang ijinnya habis.

”Barang bukti reklame dimusnahkan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge