0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pamitan, Calhaj Sragen Diminta Tinggalkan Duniawi

dok.timlo.net/agung widodo
Pamitan jamaah calon haji di Pendopo Sumanegaran, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Jamaah calon haji (Calhaj) asal Sragen diminta untuk meninggalkan urusan duniawi ketika selama berada di Tanah Suci, Mekah, Arab Saudi. Mereka juga diingatkan tentang rukun, kewajiban dan larangan serta ketentuan manasik haji.

“Tinggalkan dan lupakan untuk sementara urusan-urusan dunia yang selama ini menyibukan kita semua. Ikhlas dan pasrahlah kepada Allah SWT,” kata Wakil Bupati Sragen Dedy Endriatno, Selasa (9/8).

Dalam acara pamitan haji di Pendopo Sumanegaran, Wabup Dedy juga mengingatkan, selagi masih ada waktu, sebelum mereka bertolak ke Mekah mulai tanggal 17 Agustus mendatang, agar tidak segan-segan menanyakan ke pendamping haji masing-masing.

Dia juga berpesan, menghadapi cuaca yang ekstrim di Arab Saudi, harus memperhatikan kondisi fisik masing-masing,  karena ibadah haji adalah ibadah fisik yang membturuhkan stamina prima.

“Jaga kebersamaan dan tolong menolong, jangan egois dan doakan pula untuk Kabupaten Sragen agar diberi kemudahan menuju tatanan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera,” paparnya.

Calhaj Sragen seluruhnya berjumlah 767 orang yang terbagi dalam empat kloter. Calhaj tertua berusia 83 tahun atas nama Lasiyem, warga Kecamatan Masaran. Sementara Calhaj paling muda bernama Haniek Qoyyima bin Umar Santoso, berusia 23 tahun asal Kecamatan Sambungmacan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge