0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pesawat N250 Dinilai Kuno, Ini Kata BJ Habibie

dok.timlo.net/achmad khalik
BJ Habibie dalam ceramahnya di hadapan puluhan anggota Dewan Riset Nasional (DRN) di Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Pesawat jenis turbo propeller (baling-baling) dinilai sebagian kalangan ketinggalan jaman. Namun, bagi tokoh teknologi Tanah Air, BJ Habibie tidak seperti itu. Justru pesawat dengan jenis tersebut dinilai lebih irit dari segi bahan bakar dan memiliki performa yang stabil.

“Tergantung, bagaimana cara memaksimalkan kekurangan dari mesin tersebut,” terang BJ Habibie dalam ceramahnya di hadapan puluhan anggota Dewan Riset Nasional (DRN) di Solo, Selasa (9/8).

Dalam kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Teknologi Nasional (Harteknas) tersebut, presiden ke-3 RI ini juga mengatakan, pesawat yang dia ciptakan jenis N250 merupakan hasil karya pertama yang memodifikasi bentuk mesin turboprop. Padahal, dimata dunia internasional mesin turboprop dianggap kuno. Mereka lebih memilih bentuk mesin jet lantaran mesin turboprop yang dinilai lebih berisik dan memiliki kecepatan yang lambat.

“Kekurangan ini, dapat ditutupi dengan bentuk aerodinamis dari bodi maupun sayap pesawat. Sehingga, mendapatkan leafup yang cukup mengangkat pesawat,” terang Habibie.

Tak bisa dipungkiri, karyanya tersebut dipakai oleh sejumlah perusahaan raksasa penerbangan dunia, seperti Boeing maupun Airbuss.

“Bahkan, penerbangan raksasa juga mulai meniru bentuk sayap sepereti N250. Ini karya anak bangsa Indonesia sebenarnya,” tandas penasehat perusahaan Boeing ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge