0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Abu-abu, Siswi Korban Perkosaan Dipertemukan Terduga Pelaku

ilustrasi pemerkosaan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Polisi memanggil M (17), siswi SMK yang mengaku diperkosa tiga PNS, untuk memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Pusat. Menurut kuasa hukum M, Herbert Aritonang, hari ini kliennya memberikan keterangan tambahan sekaligus dipertemukan dengan tiga terlapor.

“Hari ini kami melakukan BAP tambahan, dan atas inisiatif dari pihak penyidik, kedua belah pihak dipertemukan,” kata Herbert, Selasa (9/8).

Herbert mengatakan, untuk saat ini dirinya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait kasus yang dialami oleh kliennya. Sebab, masih terdapat kesimpang siuran terhadap kasus tersebut.

“Akan kami coba perjelas, ada indikasi pidana atau tidak. Karena masih ada simpang siur, kemungkinan hari ini akab mengkonfrontir para saksi-saksi. Hari kni ada tambahan BAP korban,” papar Herbert.

Hingga sat ini, para saksi-saksi masih menjalani pemeriksaan di unit Pelayanan Perempuan dan Anak. Ada 12 PNS diperiksa terkait laporan kasus tersebut.

Seperti diketahui, hingga saat ini polisi terus mendalami kasus dugaan pencabulan siswi magang di kantor Pemerintahan Wali kota Jakarta Pusat. Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, sangat mendukung kasus ini diusut sampai tuntas.

“Jadi begini, Itu masih ditangani oleh polres. Nah posisi kami membantu polres supaya bisa mengungkap tuntas masalah itu,” katanya.

Namun pihak kepolisian menyatakan hasil visum terhadap siswi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Suku Dinas (Sudin) Pariwisata Jakarta Pusat diketahui negatif. Dengan demikian, tak ada peristiwa pemerkosaan seperti yang diungkap sebelumnya.

“Hasil visum negatif, tak ada peristiwa pemerkosaan. Memang di situ di bagian kemaluan ada yang robek, tapi itu sudah lama,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono.

Selain hasil visum negatif, pihaknya juga tak menemukan bekas sperma di rok yang bersangkutan. Untuk itu, kata Awi, tidak ditemukan tindak pidana terhadap tiga orang PNS yang diduga sebagai pelaku tersebut.

“Jadi ada tiga orang diduga pelaku, tapi tiga orang itu mengaku tidak melakukannya. A tidak ada di situ. Tidak ada sperma dan belum ditemukan tindak pidana. Tapi ya itu urusan terlapor kalau mau melapor (balik),” tambahnya.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge