0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahok Ambil Jatah Kampanye untuk Hadapi Black Campaign

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Bakal calon gubernur incumbent DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan mengambil jatah kampanye. Dia mengaku butuh kampanye untuk menepis lawan politik yang menyudutkan dirinya.

“Kalau lawan saya jelek-jelekin saya, fitnah saya, tanpa saya berdebat di TV kan masalah. Sekarang ambil contoh, ada beberapa calon mulai ngomong gini, ‘Kami menolak penggusuran cara Ahok karena enggak manusiawi’, segala macam. Wah kalau saya tidak berdebat sama dia, nanti masyarakat percaya loh. Dia cuma keluarin film-film Ahok menggusur, orang nangis-nangis,” kata Ahok, Senin (8/8).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku mempunyai strategi khusus untuk menghadapi black campaign lawan politiknya. Ahok mengatakan, bila hal itu benar terjadi dirinya akan mengeluarkan testimoni dari warga Jakarta yang menikmati program selama kepemimpinnya.

“Terus saya bisa panggil wawancara orang yang tinggal di rusun, lebih bahagia mana (tempat) sekarang sama (tempat) yang lama? Kalau ada plus minus yang enggak senang kan tergantung di pemilihan, tapi saya punya waktu untuk menyangkal,” ungkap Ahok.

“Ada yang mengatakan,’Mana di sini bangun di tempat ini lebih hebat,’. Nah saya juga akan buktikan, kamu bangun tempat sehebat itu berapa lama? Berapa banyak tempat yang Anda belum kerjain? Kan bisa macam-macam, Anda ngomong doang kan. Terus yang kamu kerjain apa? Saya juga bisa ambil dong video, kamu kan ambil (video) saya punya yang jelek-jelek di sini, saya juga bisa ambil (video) yang jelek-jeleknya Anda dong. Nah saya bisa berdebat (untuk) meyakinkan,” beber Ahok.

Menurut Ahok, tiga partai pendukungnya yakni Hanura, Nasdem dan Golkar, pun telah merancang sedemikian rupa agenda untuk pemenangan dirinya.

“Kan kita sudah pertimbangan partai waktu susun anggaran proyek kita, kenapa butuh kampanye juga,” tambah Ahok.

Meski demikian, ayah 3 orang anak ini mengaku biaya untuk kampanye itu tidaklah sedikit. Ada banyak hal yang harus mengeluarkan uang saat kampanye. Mulai dari membeli mobil baru, sewa tempat hingga membayar bus untuk membawa para pendukung kumpul di satu tempat.

“Kampanye itu biaya mahal loh. Keliling-keliling mahal kan biayanya. Iya dong? Saya musti beli mobil baru, sewa mobil. Itu busnya aja mau berapa ratus juta coba? Undang band. Mau berapa duit?,” kata Ahok.

Ahok mengaku ingin merubah pola kampanye pilkada. Bila para peserta pemilu sebelumnya harus merogoh kocek untuk kampanye, maka dia menginginkan hal sebaliknya. Ahok mengku cara ini sudah pernah dilakukan saat dirinya maju di Pilgub DKI 2012 bersama Jokowi.

“Dulu kan kita sudah enggak bagi kaos waktu saya mulai bupati. Waktu dengan Pak jokowi mulai jual kaos, sekarang saya mulai jual tiket waktu Teman Ahok Festival,” cerita Ahok.

Tak hanya itu, dia juga kini menantang para pendukungnya yang telah memberikan dukungan dengan memberikan KTP-nya untuk juga ikut menyumbang dana kampanye Pilgub nanti.

“Ini kampanye saya pengen hitung, kamu yang sejuta orang urunan sumbang. Mau Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, terserah kamu deh. Sampai Rp 50 juta batasannya,” ujar Ahok.

Ahok menambahkan sejak awal telah mengatakan kepada tiga partai politik yang mendukungnya untuk tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun buat dana kampanye. Bila kampanye memerlukan uang, dari agenda yang telah dibuat tim pemenangan, maka merekalah yang bertanggungjawab akan pembiayaan.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge