0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

40 Persen Lahan Tembakau Terserang Liyer

dok.timlo.net/aditya wijaya
Lahan tembakau di wilayah Manisrenggo, Klaten terkena liyer (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Koalisi Nasional Penyelamat Kretek (KNPK) Klaten meminta petani tembakau di wilayah Kecamatan Manisrenggo agar meningkatkan rutinitas menyiangi tanah alias dangir. Hal itu salah satu cara untuk meminimalisir serangan tembakau liyer atau akar busuk.

“Hujannya memang sudah overload. Ya petani harus giat dangir agar tanah kendor dan kandungan air (hujan) berkurang,” kata Ketua KNPK Klaten, Aryanta Sigit Suwanta, Kamis (8/8).

Diterangkan, luas lahan tembakau di wilayah Manisrenggo sekitar 529 hektar dengan jumlah petani sekitar 1.000 orang. Saat ini, usia masa tanam tembakau yang sebagian besar berjenis bligon itu berusia sekitar 30-40 hari.

Namun demikian, kualitas tembakau terancam buruk lantaran sebagian besar mulai terkena liyer. Selain akar membusuk, ciri tembakau terkena liyer adalah daun menjadi layu dan mengembang ke bawah. Pasalnya, meski sudah memasuki bulan kemarau, tapi intensitas curah hujan masih tinggi.

“Intensitas hujan hingga saat ini sudah melebihi batas aman tembakau. Kalau hujan tak kunjung berhenti, otomatis mengancam petani tembakau. Dari 529 hektar lahan tembakau di Manisrenggo, yang liyer sekitar 40 persen,” terang Sigit yang juga menjabat Kepala Desa (Kades) Solodiran.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge