0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Daun Tembakau Dimakan Ulat, Petani Intensifkan Penyemprotan

dok.timlo.net/aditya wijaya
Petani tembakau di wilayah Manisrenggo, Klaten menyemprotkan pestisida pengusir ulat (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Tingginya curah hujan di wilayah Klaten sebulan terakhir mengakibatkan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada sejumlah lahan tembakau. Meski belum merisaukan, sejumlah petani terus melakukan penyemprotan pestisida.

“Ini sudah ketiga kalinya saya obati (pestisida). Banyak (daun) yang bolong-bolong karena ulat. Padahal ini sudah masuk masa dangir (menyiangi tanah),” kata Marjoko (30), petani tembakau asal Dukuh Ngaglik, Desa Nangsri, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Senin (8/8).

Sejak awal Juli lalu, lahan seluas 2.000 meter persegi milik Marjoko ditanami tembakau jenis Bligon atau Jawa. Padahal saat ini mestinya sudah memasuki musim kemarau, namun curah hujan masih tinggi.

Menurut dia, hal itu mengakibatkan OPT menyerang lembaran daun hingga meninggalkan lubang. Pasalnya, hujan memicu telur ulat cepat menetas. Selain itu, dikhawatirkan air bakal merendam tembakau yang membuat tembakau terkena liyer alias akar busuk.

“Cuacanya enggak bisa diprediksi. Kadar airnya terlalu banyak karena sudah beberapa hari berturut-turut diguyur hujan. Takutnya daunnya yang dipanen masih terlalu muda, belum yang sudah mati. Maka ya perlu disemprot (pestisida) secara berkala,” bebernya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge