0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Drone Dibatasi Selama Olimpiade 2016

Dok: Timlo.net/ Amazon.com.
Drone. (Dok: Timlo.net/ Amazon.com.)

Timlo.net—Awal tahun ini, DJI, produsen drone terkemuka di dunia memperkenalkan sistem geofencing untuk drone buatannya. Pada dasarnya fitur ini mengizinkan DJI untuk menciptakan pagar virtual di sekitar area terlarang atau yang dibatasi seperti bandara. Jadi jika drone mencoba terbang ke area itu mereka tidak bisa. Sistem ini juga bisa mengeluarkan peringatan kepada pilot drone jika mereka tidak diizinkan menerbangkan drone mereka di sana.

DJI diperkirakan akan memakai sistem ini di Olimpiade Rio 2016 di mana drone dibatasi selama pertandingan. Hal ini bukanlah hal yang mengejutkan karena DJI memakai sistem yang sama untuk G7 Summit di Jepang dan Piala Eropa 2016 di Perancis.

Area terbatas ini didirikan dengan kordinat-kordinat yang disediakan oleh militer Brazil dan diharapkan akan mulai dipasang hingga 21 Agustus di wilayah-wilayah seperti Rio de Janerio, Sao Paulo, Brasilia, Belo Horizonte, Manaus dan Salva. Larangan dan pembatasan ini masuk akal karena jika terlalu banyak drone berterbangan di udara maka bisa berbahaya.

Misalnya ada beberapa kasus di mana satu atau dua drone liar bisa menghalangi upaya penyelamatan bila ada kasus gawat darurat.

Sumber: Ubergizmo

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge