0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gerakan Sekolah Sungai, Kepala BNPB : Pertama di Dunia

dok.timlo.net/aditya wijaya
Kepala BNPB Willem Rampangilei, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, dan Bupati Klaten Sri Hartini menebar benih ikan di sungai Kali Woro Purba, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar pembekalan fasilitator Sekolah Sungai Bengawan Solo, Minggu – Sabtu (7-13/8). Pembukaan dilakukan langsung oleh Kepala BNPB Willem Rampangilei di Dukuh Gunung Ampo, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, Minggu (7/8) sore.

“Gerakan sekolah sungai ini tidak hanya pertama di Indonesia, tapi juga di dunia,” kata Willem.

Berdasarkan data BNPB antara 2002-2014, kata dia, hampir 80 persen bencana yang terjadi Indonesia kebanyakan disebabkan oleh hidro-meteorologis atau bencana yang berkaitan dengan air dan cuaca. Diantaranya seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan, longsor, dan gelombang pasang. Hal tersebut tentu juga berdampak pada kerusakan lingkungan.

Bekerjasama dengan Kemenpupera, Universitas Gajah Mada (UGM), dan komunitas sungai yang ada di Yogja dan Klaten, pihaknya mendorong terbentuknya sekolah sungai sebagai aksi nyata gerakan pengurangan resiko bencana (PRB). Selain itu, pada tahun ini BNPB juga melaksanakan implementasi restorasi sungai di sungai Bengawan Solo dan Citarum.

“Tujuan sekolah sungai sebagai wadah untuk pembekalan dan pengetahuan fasilitator guna memperkuat dan mengembangkan gerakan restorasi sungai,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, Kepala BNPB secara simbolis juga meresmikan Sekolah dan Perpustakaan Sungai yang terletak di bantaran Kali Woro Purba tersebut. Didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, dan Bupati Klaten, mereka juga menyebarkan benih ikan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge