0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panen Tembakau, Truk Pasir Didesak Agar Berhenti Beroperasi

timlo.net/nanin
Seorang petani memeriksa tembakau yang siap dipanen (timlo.net/nanin)

Boyolali – Petani di kawasan lereng Merapi-Merbabu mendesak truk pasir agar berhenti beroperasi. Sebab, petani di kawasan tersebut sebentar lagi memasuki musim panen tembakau. Dikhawatirkan, jika aktivitas truk pasir tidak dihentikan, akan mengganggu distribusi panen tembakau ini.

“Selama ini kan truk pasir mendominasi jalur SSB, ini jelas akan menganggu distribusi hasil panen tembakau,” kata Kades Samiran, Marjuki, Minggu (7/8).

Menurut dia, panen raya tembakau bakal berlangsung antara bulan Agustus hingga Oktober. Pihaknya meminta kepada pemerintah agar sementara waktu melarang truk-truk pasir melintas di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB).

Dikatakan, iring-iringan truk yang mencapai ratusan tiap hari, debu pasir bakal merusak kwalitas tembakau. Terutama tembakau rajangan yang hendak dijemur ke daerah bawah.

“Kalau terkena debu, kwalitasnya akan menurun, otomatis akan mempengaruhi harga jual,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Selo, Wurlaksono mengatakan, sudah menerima permohonan itu. Pihaknya masih akan  melakukan komunikasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti DPU ESDM dan Dishubkominfo Boyolali.

“Kita komunikasikan dulu, bisa tidak truk pasir dihentikan untuk sementara waktu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge