0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebut Gunung Merapi, Peserta Wanita Banyak yang Tumbang

Petugas medis melakukan penangganan terhadap salah satu peserta wanita Kebut Gunung yang tumbang setelah mencapai garis finish (timlo.net/nanin)

Boyolali — Ratusan peserta dari Jawa dan Sulawesi, Minggu (7/8) pagi, mengikuti lomba Kebut Gunung Merapi. Medan yang menanjak dan tikungan tajam, membuat peserta mengalami kelelahan. Bahkan peserta wanita banyak yang bertumbangan begitu sampai ke garis finish di Joglo Lencoh.

“Kebanyakan kram kaki dan perut, tapi semua masih bisa diatasi,” kata petugas medis, Mulyono.

Pada kegiatan olehraga ini, peserta beregu harus menempuh perjalanan 9,3 kilometer dari Lapangan Samiran menuju ke Pasar Bubrah, Gunung Merapi. Sedangkan waktu yang disediakan maksimal lima jam. Peserta yang tumbang langsung ditanggani tim medis, satu diantara peserta wanita harus dibawa ke Puskesmas Selo, karena menderita hypotermia.

Sementara itu, dalam lomba Kebut Gunung Merapi, regu bernomor 119 asal Salatiga, berhasil memasuki garis finish untuk yang pertama kalinya dengan waktu tempuh 1 jam 55 menit. Erni Latief, salah satu anggota regu 119, mengaku terbiasa mengikuti lomba marathon, namun untuk medan di gunung baru pertama kalinya mengikuti.

“Jalurnya mantap sekali, tadi diawal sudah mengalami hambatan,” ujar Erni.

Hal yang sama juga diungkapkan Ruth Theresia, anggota regu nomer 60 yang berhasil masuk finish nomor 3, asal Bandung. Dia mengaku baru pertama kalinya mengikuti marathon dengan medan di gunung.

“Sempat minder juga, tapi kita yakin saja, toh medan gunung tidak asing bagi kami,” ungkap wanita yang bekerja sebagai pegawai bank ini.

Lomba Kebut Gunung yang pertama kalinya di Boyolali ini dilepas Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat, di Lapangan Samiran, Selo. Memperebutkan hadiah pertama uang tunai sebesar Rp 17 juta. Semula ada 171 peserta beregu yang mendaftar, namun setelah dilakukan registrasi sebanyak 22 regu mengundurkan diri. Wabup berharap kegiatan ini bisa menarik wisatawan ke Boyolali.

“Harapan kita, Kebut Gunung akan kita agendakan setiap tahun,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge