0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengaku Nabi, Abdul Majid Pernah Alami Gangguan Jiwa

Abdul Muhjib (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang yang mengaku sebagai nabi, Abdul Muhjib, harus berurusan dengan polisi. Warga Karawang, Jawa Barat ini diamankan pada Kamis (4/8), karena diduga melakukan penipuan kepada warga Medal Sari, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang.

Abdul Mujid sempat dikirim polisi ke tempat pengobatan ahli kejiwaan di desa Karokrok, Kecamatan Patokbeusi, Subang. Abdul bersama dengan lima pengikutnya menjalani pengobatan di padepokan yang dipimpin oleh supranatural Ghani.

Selain untuk menjalani pengobatan, pria yang menistakan agama Islam dengan mengganti syahadat ini dibawa ke padepokan lantaran dirinya sempat mengaku pernah menimba ilmu di tempat tersebut. Sementara, pimpinan padepokan Ghani kaget dengan pengakuan Abdul Mujid yang mengaku pernah berguru kepadanya.

“Sebenarnya bukan anggota atau jamaah. Dia di sini dulu pernah menjadi pasien selama dua minggu, karena mengalami gangguan jiwa,” kata Ghani, Sabtu (6/7).

Abdul Mujid menjalani pengobatan pada tahun 2008, bahkan saat itu kondisi kejiwaannya sangat parah. Apa lagi, selama di padepokan dia harus dirantai besi.

“Di sini dia diobati tahun 2008,” ujar Ghani.

Ghani mengatakan setelah menjalani pengobatan Abdul Mujid yang mulai sembuh kejiwaannya kemudian meminta pulang. Kepada Ghani, dia mengaku ingin mengamalkan sejumlah keahlian yang sempat diajarkan Ghani.

“Ketika sembuh dia minta di ajarin pijit reflexsi. Nah dia mengaku sudah dan mau pulang. Ketika di rumahnya katanya mau mengamalkan ilmu dari sini untuk menolong orang,” lanjut Ghani.

Namun, belum lama setelah dia keluar, Ghani kaget mendapat informasi jika mantan pasiennya tersebut muncul dan mengaku sebagai Nabi dan Rasul kemudian diamankan Polisi.

“Makanya ketika kemarin ada polisi kerawang nganterin ke sini saya tidak tau apa-apa, makanya saya pagi-pagi lapor ke Polsek sana karena jamaahnya enggak kenal yang lain kecuali pak Haji mujid yang tadi bekas pasien saya itu,” pungkas Ghani.

Sementara, pada Sabtu (6/7), Abdul Mujid dan lima orang pengikutnya kemudian dijemput petugas Kepolisian dari Polsek Patokbeusi Subang dan diantarkan Polisi ke Karawang. Mujid sendiri mengatakan kalau dirinya akan kembali ke Padepokannya di Kecamatan Tegalwaru, Karawang sambil menunggu panggilan dari Polisi.

“Mau pulang ke Karawang, dari padepokan guru saya dan mau balik lagi kalau di sini sudah sejak malam Jumat kemarin,” kata Abdul Mujid.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge