0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kirab Budaya Syawalan, Lestarikan Budaya Kupatan

foto: Setyo
Kirab Budaya Syawalan (foto: Setyo)

Solo – Ribuan warga dari kelurahan Gilingan, Banjarsari menggelar Kirab Budaya Kupatan Tirtonadi, pada Sabtu (6/8). Dalam acara tersebut tak hanya atraksi budaya yang ditampilkan, tapi meraka juga membawa tandu dengan berbagai bentuk yang berisi ketupat.

“Melalui acara ini, sebenarnya kita ingin merayakan momen Syawalan dan sekaligus melestarikan budaya. Terlebih agar dapat memperbaiki citra dari masyarakat Gilingan sendiri yang selama ini cenderung negatif,” ujar Lurah Gilingan, Joko Partono kepada wartawan, Sabtu (6/8).

Dikatakannya,kirab diikuti oleh 21 RW di Kelurahan Gilingan, dan paguyuban pedagang dari Terminal Tirtonadi. Untuk menyemarakkan acara, Setiap RW juga diminta untuk menampilkan potensi unggulannya masing-masing. Sekaligus membawa ketupat yang nantinya bisa dimakan secara bersama-sama.

“Dalam acara ini, kita juga meminta bantuan dari Pokdarwis kota dan dosen ISI untuk memberikan penilaian dari masing-masing RW. Bagi RW yang mendapatkan nilai tertinggi, akan diberikan pembinaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPMK Gilingan, Harimulyadi dalam kesepatan yang sama menyampikan, khusus di Gilingan even budaya seperti ini baru pertama kali dilakukan. Kedepan even yang sama akan digelar rutin setiap tahun.

“Harapan kita dengan adanya even ini bisa memupuk kembali solidaritas masyarakat. Termasuk melestarikan budaya kupatan, yang sekarang ini mulai cenderung ditinggalkan,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge