0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pintu Laut Jadi Surga Bagi Bandar Narkoba

Barang bukti narkoba (merdeka.com)

Timlo.net – Peredaran narkoba di Indonesia lebih banyak dilakukan melalui jalur laut dengan pintu masuk dan keluar di pelabuhan. Pengecekan dan pengawasan pelabuhan yang lemah menjadi celah bagi pelaku bisnis narkoba untuk mendistribusikan barang haram itu.

“Dari laut itu bisa muat ratusan kilogram. Sehingga 80 persen masuknya narkoba dari China dan Timur Tengah itu melalui laut,” kata Mantan Deputi Pemberantasan BNN Irjen (purn) Benny Mamoto, Sabtu (6/8).

Benny menuturkan, dari sekian banyak truk kontainer yang masuk ke pelabuhan, hanya sekitar 15 persen saja yang dilakukan pengecekan. Pengecekan itu pun diakui secara random.

“Kalau semua diperiksa enggak mungkin petugasnya. Bisa kewalahan, ada kemungkinan mereka edarkan jalur legal bukan jalur tikus lagi itu,” jelasnya.

Menurut Benny, biasanya para pelaku memanfaatkan koperasi yang ada di terminal dan kedekatan dengan aparat berwenang. Sehingga mereka bisa memanipulasi data untuk melancarkan arus distribusi peredaran narkoba.

“Dengan kedekatan aparat itu proses menjadi lancar,” katanya.

Dia menyebut beberapa pelabuhan dengan tingkat pengawasan lemah, di antaranya pelabuhan Belawan, Tanjung Mas Semarang, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya dan kawasan Sulawesi.

“Saya katakan itu ada celah. Itu jalur formal tapi bisa juga diselundupkan,” ungkapnya.

Selain melalui pelabuhan, lanjut Benny, penyelundup narkoba juga kebanyakan melalui jalur udara, namun jumlahnya tak sebanyak laut karena porsinya yang lebih kecil.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge